Ditangkap, Jason Ungkap Alasan Sebenarnya Aniaya Perawat RS Siloam

Sabtu, 17/04/2021 09:07 WIB
Jason Tjakrawinata (baju merah) ungkap alasan aniaya perawat RS Siloam (pikiran rakyat)

Jason Tjakrawinata (baju merah) ungkap alasan aniaya perawat RS Siloam (pikiran rakyat)

law-justice.co - Setelah menangkap pelaku penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya, Palembang, polisi langsung menetapkan Jason Tjakrawinata sebagai tersangka. Polisi mengatakan, alasan pria berusia 38 tahun itu menganiaya parawat lantaran dirinya emosi setelah melihat tangan anaknya berdarah. Dia juga mengaku kondisinya saat itu sudah lelah.

"Motif tersangka, karena emosi sesaat yang tak terbendung. Ia mengaku saat itu lelah sudah empat hari menjaga anaknya di rumah sakit tersebut. Ia emosi melihat tangan anaknya yang terluka usai di cabut infusnya oleh korban," kata Kapolrestabes Palembang Kombes Irvan Prawira saat jumpa pers di Mapolrestabes, Sabtu (17/4/2021).

Atas perbuatannya, tersangka kini ditahan dan dijerat Pasal 351 KUHPidana. "Ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara," ujarnya.

Selain terjerat kasus penganiayaan, Jason juga dijerat kasus pengerusakan. Jason dijerat kasus pengerusakan karena merusak telepon genggam perawat RS Siloam.

"Karena ada laporan dari korban lainnya yang ponselnya rusak oleh tersangka, maka tersangka juga kita jerat dengan pasal sesuai dengan tindak pidana pengerusakan," terangnya.

Jason ditangkap tadi malam oleh anggota Satreskrim Polrestabes Palembang di kediamannya tanpa perlawanan di kawasan Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI) sekitar pukul 19.00.

"Tersangka kita tangkap di kediamannya di Kayuagung, OKI yang berjarak sekitar dua jam dari Polrestabes Palembang, tanpa perlawanan. Tersangka yang berprofesi sebagai pengusaha onderdil atau sparepart motor/mobil ini tiba Polrestabes sekitar pukul 24.00 WIB," imbuhnya.

Terkait istri pelaku yang sempat mengunggah postingan di media sosial, yang menyebut korban merupakan pelaku penganiayaan terhadap anaknya, polisi menyebut belum ada laporan.

"Ya sampai sejauh ini belum ada laporan terkait perihal tersebut. Kalau pun ada pasti akan kita tindak lanjuti," tegas Irvan.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar