Kurangi Beban Pinjaman, 3 Ruas Jalan Tol Trans Sumatera Bakal Dijual

Sabtu, 17/04/2021 06:55 WIB
3 ruas Jalan Tol Trans Sumatera akan dijual untuk ringankan beban utang (kompas)

3 ruas Jalan Tol Trans Sumatera akan dijual untuk ringankan beban utang (kompas)

law-justice.co - Perusahaan BUMN Karya termasuk PT Hutama Karya (Persero) tak dipungkiri lagi tengah dilanda utang yang menumpuk akibat pandemi Covid-19. Untuk menutupi beban utang tersebut, langkah yang diambil adalah bakal melakukan divestasi dengan menjual 3 ruas Jalan Tol Trans Sumatera. Ruas jalan tol yang dimaksud seperti Medan-Binjai, Bakauheni-Palembang, dan Pekanbaru-Dumai.

“Hasil dari penjualan divestasi dari ruas-ruas tersebut akan kami gunakan untuk menurunkan pinjaman," kata Direktur Utama Hutama Karya (Persero) Budi Harto dalam acara Webinar Mengukur Infrastruktur, Jumat (16/4/2021).

Selain melakukan divestasi, perseroan juga rencananya akan menerbitkan global bond. Namun untuk strategi ini, pihaknya masih menunggu kondisi pasar yang berkembang pada tahun inin dan tahun depan.

Di sisi lain lanjut Budi, pihaknya jug sedang mempersiapkan diri untuk melepas tiga anak usahanya di bursa saham atau Initial Public Offering (IPO). Ketiga anak usaha tersebut yakni PT HK Infrastruktur, PT Hakaaston dan PT HK Realtindo.

Budi menambahkan, HKI direncanakan akan IPO pada semester II tahun 2021. Saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan-persiapan agar target tersebut bisa terealisasi.

Dari IPO tersebut lanjut Budi, pihaknya menargetkan bisa meraup dana segar sebesar Rp2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan bisnis perseroan.

HKI sendiri ini saat ini tengah mengerjakan sejumlah proyek yakni jalan tol. Seperti misalnya, Tol Indralaya-Prabumulih, Tol Pekanbaru-Bangkinang, Tol Binjai-Pangkalan Brandan, Tol Taba Penanjung–Bengkulu, dan Tol Padang-Sicincin.

Sementara itu ada sejumlah proyek yang sudah selesai meliputi jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Tol Medan-Binjai Seksi 1, Tol Palembang-Indralaya, Tol Medan-Binjai Seksi 2 (Helvetia – Sei Semayang) dan Seksi 3 (Sei Semayang – Binjai), dan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago).

“Kami harapkan dari IPO HK Infrastruktur ini kami bisa dapat dana segar sebesar Rp2 triliun, sehingga kami bisa kembangkan HK Infrastruktur lebih maju lagi,” jelasnya.

Sementara Hakaaston dan PT HK Realtindo (HKR) yang ditargetkan bisa melantai di pasar modal masing-masing di 2022 dan 2023. Hakaaston merupakan anak usaha yang bergerak di bidang usaha aspal beton (hot mix), beton ready mix, jasa konstruksi, dan perdagangan, sementara, HK Realtindo memiliki bisnis yang berkaitan dengan sektor properti.

“Jadi, program kami setiap tahun satu. Tahun ini kami harapkan HK Infrastruktur, kemudian tahun depan Hakaaston dan 2023 HK Realtindo. Dengan demikian saya kira kami akan bisa persiapkan dengan baik sehingga kami bisa hasilkan yang baik juga,” tutup Budi.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar