Cewek Uzbekistan ini Terima Aliran Duit Suap Edhy Prabowo

Jum'at, 16/04/2021 16:29 WIB
Munisa Rabbimova merupakan atlet silat asal Uzbekistan (Detik)

Munisa Rabbimova merupakan atlet silat asal Uzbekistan (Detik)

law-justice.co - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo didakwa menerima uang suap yang totalnya mencapai Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur. Uang tersebut di antaranya mengalir ke Munisa Rabbimova Azim Kizi.

Munisa Rabbimova merupakan atlet silat asal Uzbekistan. Dilansir dari Detik, pada 2018, Munisa Rabbimova menjadi salah satu atlet dari Uzbekistan yang ikut bertanding di cabor pencak silat Asian Games 2018 Indonesia.

Sebagai informasi, Edhy Prabowo pernah berkecimpung di dunia silat dengan menjadi pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Edhy juga sebelumnya aktif mengurus perguruan silat Satria Muda Indonesia.

Aliran uang `panas` ke Munisa Rabbimova terungkap dalam sidang dakwaan terhadap Edhy Prabowo, Kamis (16/4). Edhy Prabowo melalui sekretaris pribadinya, Amiril Mukminin dan staf pribadi Iis Rosita Dewi (istri Edhy), Ainul Faqih, mengirimkan uang ke Munisa Rabbimova.

Total uang yang dikirim ke Munisa Rabbimova adalah USD 5.000. Uang itu dikirim sebanyak tiga kali pada 28 dan 29 Oktober 2020.

"28 dan 29 Oktober 2020 Edhy melalui Amiril Mukminin dan Ainul Faqih mengirim uang sebanyak tiga kali yang seluruhnya total USD 5.000 ke Munisa Rabbimova Azim Kizi dengan source fund dan purpose fund dana atas pembayaran barang dan jasa transaksi commercial answer," demikian ungkap jaksa dalam surat dakwaan.

Tak hanya ke Munisa Rabbimova, aliran uang suap dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur ke Edhy juga mengalir ke beberapa perempuan lainnya. Salah satunya ke pedangdut Betty Elisa.

Total uang yang mengalir ke Betty sebesar Rp 15 juta. Uang itu diberikan pada periode September-Oktober 2020.

"September-Oktober 2020 Edhy memberikan uang ke Betty Elista total Rp 15 juta," lanjut jaksa.

Edhy Prabowo didakwa menerima uang suap perizinan ekspor benih lobster total Rp 25,7 miliar dari eksportir. Uang suap itu kemudian diduga dilarikan ke perempuan atlet Uzbekistan Munisa Rabbimova Azim Kizi.

Dalam berkas dakwaan yang dibacakan Jaksa KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/4/2021), Edhy memberikan USD 5 ribu kepada pesilat asal Uzbekistan Munisa Rabbimova Azim Kizi.

"Pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2020, Edhy melalui Amiril dan Ainul Faqih mengirim uang 5.000 dolar AS kepada Munisa Rabbimova Azim Kiz," kata Jaksa Penuntut Umum KPK Ronald Worotikan.

Ronald lantas mengungkap secara terperinci penggunaan Rp 24,625 miliar yang diterima Edhy Prabowo dari para pengusaha pengekspor benih bening lobster yang dibayarkan ke PT Aero Citra Kargo (ACK) pada periode Juni-November 2020.

"Uang yang menjadi bagian dari Amri dan Achmad Bahtiar selaku representasi terdakwa yang berasal dari PT ACK dengan total sebesar Rp24.625.587.250 dikelola Amiril Mukminin. Amiril memegang buku tabungan dan kartu ATM milik Achmad Bahtiar dan Amri atas sepengetahuan terdakwa," kata Ronald.

Pada berkas dakwaan disebutkan, Edhy Prabowo menggunakan PT Aero Citra Kargo (ACK) milik Siswadhi Pranoto Lee untuk mengekspor benih lobster.

Hal itu dilakukan Edhy Prabowo meski pekerjaan pengiriman sebenarnya dilakukan oleh PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) yang juga dimiliki Siswadhi.

Berikut aliran dana suap yang digunakan oleh Edhy Prabowo:

  1. Pada Juni 2020 Edhy membayar Rp147 juta melalui Amiril Mukmini untuk pembelian tanah milik Dayu di Blok Jatinegara, Desa Cibodas dengan luas 73,5 tumbak atau 1.029 meter persegi.
  2. Pada Juli 2020, Edhy membayar Rp70 juta untuk sewa Apartemen Signature Park Grande Cawang Tower Delight No TE/9A/12 melalui Amiril Mukminin yang ditempati Anggia Tesalonika Kloer selaku sekretaris pribadi Edhy.
  3. Pada Juli 2020, Edhy membayar Rp80 juta untuk sewa Apartemen Menteng Park Cikini Raya Tower Shappire No 27 R melalui Amiril Mukminin yang ditempati
  4. Putri Elok Sekar Sari yang merupakan sekretaris pribadi Edhy.
  5. Pada Juli 2020, Edhy melalui Amiril dan Safri membeli 17 unit sepeda jenis "road bike" dengan nilai keseluruhan Rp277 juta.
  6. Pada Juli 2020 Edhy membeli tanah senilai Rp3 miliar yaitu (1) sebidang tanah seluas 9.600 meter persegi di Sukabumi atas nama Elly Winda Aprillya; (2) sebidang tanah seluas 10.100 meter persegi di Sukabumi atas nama Elly Winda Aprillya.
  7. Pada 18 Juli 2020, 8 Agustus 2020 dan 28 Oktober 2020, Edhy melalui Amiril melakukan 3 kali pembayaran dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp190 juta untuk pembelian tanah milik Wara di Cibodas dengan luas 135 tumbak atau 1.892 meter persegi.
  8. Pada Agustus 2020, 13 Oktober 2020 dan 13 November 2020, Edhy melalui Amiril membayar Rp550 juta untuk renovasi rumah mertua di Kabupaten Bogor.
  9. Pada 24 Agustus 2020, Edhy melalui Amiril, Ainul Faiqh dan Safri membeli 8 unit sepeda Patrol 572 seharga Rp14,8 juta per unit, sehingga atau harga keseluruhan sejumlah Rp118,4 juta. Selanjutnya sejumlah Rp50 juta dipergunakan Safri untuk membeli 2 buah ponsel Samsung.
  10. Pembelian mobil Toyota Fortuner VRZ TRD A/T warna silver metallic dengan pelat nomor B 1443 SSO senilai Rp568 juta untuk Amri.
  11. Pada September-Oktober 2020, Edhy memberikan uang Rp15 juta kepada Betty Elista (penyanyi dangdut).
  12. Pada September-Oktober 2020 Edhy memberikan uang Rp10,3 juta kepada Rika Rovikoh.
  13. Pada 9 Oktober 2020, Edhy melalui Amiril membayar Rp500 juta untuk membeli tahan milik Aan Prawira seluas 463 meter persegi di Desa Cibodas, Jawa Barat.
  14. Pada awal Oktober 2020, Edhy melalui Amiril membelikan mobil HRV warna hitam nomor polisi B 2832 TIY seharga Rp414 juta untuk Anggia Tesalonika Kloer.
  15. Pada Oktober 2020, Edhy meminta Amiril membelikan 1 jam tangan merek Jacob & Co yang dibeli di Hong Kong senilai 160 ribu dolar Hong Kong serta mengambil uang Rp200 juta untuk diserahkan ke Neti Herawati selaku istri pemilik PT PLI.
  16. Pada Oktober 2020, Edhy melalui Amri dan Ainul Faqih membayar jasa notaris sebesar Rp750 juta untuk pembayaran balik nama 27 bidang tanah di Desa Ciputri atas nama Edhy Prabowo.
  17. Pada 28 dan 29 Oktober 2020, Edhy melalui Amiril dan Ainul Faqih mengirim uang 5.000 dolar AS kepada Munisa Rabbimova Azim Kizi (pesilat asal Uzbekistan).
  18. Pada 28 Oktober 2020, Edhy meminta Amiril membelikan 1 jam tangan merek Rolex Yacht Master II Yellow Gold seharga Rp740 juta di Dubai. Namun jam tersebut ditahan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta dan diminta untuk membayar pajak sekitar Rp175 juta, sehingga Amiril menyerahkan uang 10 ribu dolar AS dan Rp71 juta untuk membayar pajak dan mengambil jam tersebut.
  19. Pada 2020, Edhy melalui Amiril membeli 1 unit mobil merek Toyota Innova Venturer 2.0 warna hitam metalik dengan pelat terpasang B 202 RFQ atas nama Amiril Mukminin untuk operasional Amiril.
  20. Pada 5 November 2020, Amiril meminta pemindahbukuan Rp3,4 miliar ke rekening Ainul Faqih. Dari jumlah tersebut sebesar Rp2,5 miliar diserahkan ke Qusairi Rowi (staf Edhy Prabowo), sedangkan sisanya ditransfer ke beberapa nomor rekening.
  21. Pada November 2020, Edhy Prabowo memerintahkan Amiril mentrasnfer Rp3,7 miliar ke PT Gardatama Nusantara. Sumber uang berasal dari rekening Achmad Bahtiar.
  22. Selain itu, Edhy melalui Amiril Mukminin dan Ainul Faqih mentransfer kepada beberapa pihak antara lain
  23. Tety Yumiati sebesar Rp450 juta untuk pembayaran uang muka tanah Edhy di Soreang di Kabupaten Bandung
  24. Ismail sebesar Rp782,85 juta
  25. Firman Arip sebesar Rp210 juta
  26. Alayk Mubarok sebesar Rp209,05 juta untuk pelunasan pinjaman Amiril
  27. Azis Ewani Wijaya sebesar Rp200 juta untuk pinjaman uang Amiril;
  28. Fahrizal Kasogi selaku suami Yoviana Nasution (sekretaris pribadi Edhy) sebesar Rp200 juta untuk membeli barang-barang kebutuhan rumah tangga
  29. Qushairi Rawi sebesar Rp425 juta untuk bisnis durian Musang King Amiril
  30. Eflin Dwi Putri Septiani sebesar Rp247,44 juta untuk pembayaran bisnis durian
  31. Khairul Anwar sebesar Rp141 juta untuk paman Amiril bernama Khairul Anwar
  32. Zulia Laraswati sebesar Rp114,1 juta untuk bisnis durian Amiril
  33. Michael sebesar Rp110 juta
  34. Mulyadi sebesar Rp100 juta
  35. Muhammad Siddik sebesar Rp110,61 juta
  36. Kebun Rato Group sebesar Rp100 juta untuk bisnis mangga alpukat Amiril
  37. Pihak-pihak lain dengan nilai transfer Rp100 juta
  38. Andreau Misanta Pribadi sebesar Rp218,4 juta
  39. Bahtiar Aly (penasihat Menteri KP) sebesar Rp100 juta
  40. Chusni Mubarok (tenaga ahli Menteri KP) sebesar Rp80 juta
  41. Ken Widharyuda Rinaldo sebesar Rp81,005 juta untuk biaya reparasi interior dan eksterior mobil Land Crusier milik Edhy
  42. Ery Cahyaningrum (Kader Partai Gerindra) sebesar Rp71,4 juta
  43. Luthfi Muhammad Sidik sebesar Rp50 juta
  44. Pembayaran kartu kredit Edhy sebesar Rp40,716 juta
  45. Ditransfer kepada pihak-pihak lain untuk kepentingan Edhy dengan total sebesar Rp1.758.599.404.

Tak hanya itu, uang suap itu juga dipergunakan untuk belanja Edhy dan istrinya Iis Rosita Dewi saat perjalanan dinas ke Amerika Serikat pada 17-24 November 2020 sebesar Rp 833.427.738,00


Selain penerimaan uang dari PT ACK, ada penerimaan lain oleh staf khusus Edhy sekaligus Ketua Tim Uji Tuntas (Due Diligence) ekspor benih lobster, yaitu Andreau Misanta Pribadi yang dipergunakan untuk membeli aset sebagai berikut:

  1. Pada September 2020 membeli 1 unit mobil merek Toyota Alphard warna putih metalik nomor polisi B 2075 FFO seharga Rp1,165 miliar.
  2. Pada Juni-Juli membeli sebidang tanah seluas 219 meter persegi di Cilandak Barat, Jakarta Selatan atas nama Andreau Misanta Pribadi seharga Rp8 miliar.
  3. Pada 18 Juni 2020 melunasi pembelian sebidang tanah seluas 200 meter persegi di Kabupaten Bekasi atas nama Andreau Misanta Pribadi seharga Rp1,182 miliar.
  4. Pada 1 dan 14 Juli serta 21 Oktober 2020, Andreau membayar pajak seluruhnya Rp285 juta.
    Sementara dalam rentang Agustus-November 2020, Andreau membayarkan sejumlah keperluan Devi Komala Sari, yaitu:
  • Sewa Apartemen Menteng Park Unit 23 EE Tower Shapire Jakarta Pusat seharga Rp42 juta
  • Membeli 1 cincin berlian seharga Rp27 juta
  • Membeli 1 kacamata merek Dior seharga Rp4,75 juta
  • Membeli 1 jam tangan merek Burberry seharga Rp8 juta
  • Membeli 1 tas merek YSL seharga Rp17 juta
  • Membeli 1 jam merek Christ Verra.

"Selain itu pada 8 Oktober 2020 di ruang kerja Safri, di Kantor Kementerian KP untuk memenuhi kekurangan uang komitmen terkait perizinan budi daya dan ekspor BBL PT DPPP, Suharjito dan Agus Kurniyawanto memberikan uang sejumlah 26 ribu dolar AS kepada Safri untuk kepentingan pribadinya," kata jaksa pula.

Dengan demikian seluruh uang yang telah diterima Edhy Prabowo melalui Amiril Mukminin dan Safri adalah USD 77.000 , dan melalui Amiril, Ainul Faqih, Andreau Misanta, dan Siswadhi adalah sebesar Rp 24.625.587.250

Sedangkan Siswadhi menerima uang sebesar Rp 5.047.074.000 dari keuntungan PT ACK, dan Andreau menerima uang seluruhnya sebesar sebesar Rp 5.047.074.000 dari para pengekspor BBL.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar