Sindir Jokowi, Fadli Zon: Riset Itu Berat, Biar Orang Barat Saja

Selasa, 13/04/2021 18:47 WIB
Fadli Zon sindir Presiden Jokowi soal rencana peleburan Kemenristek ke Kemendikbud  (foto: beritautama.net)

Fadli Zon sindir Presiden Jokowi soal rencana peleburan Kemenristek ke Kemendikbud (foto: beritautama.net)

law-justice.co - Langkah Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meleburkan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dipimpin Nadiem Makarim disindir keras oleh Fadli Zon. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menduga hal itu dilakukan Jokowi karena riset dinilai berat.

Awalnya, eks Sekretaris Kementerian BUMN, M. Said Didu yang menyebut Kemenristek akan dihilangkan.

"Akhirnya Kementerian Ristek akan `dihilangkan`" kata Said Didu melalui akun Twitternya.

Lantas, Fadli Zon membalas cuitan Said Didu dengan menyindir pembubaran Kemenristek agar segala riset di Indonesia dilakukan oleh orang asing. "Riset itu berat, biar orang asing saja," ujar Fadli.

Dengan demikian, Indonesia akan menjadi pasar besar bagi konsumen hasil riset dan teknologi. "Agar kita tetap jadi pasar besar konsumen hasil riset dan teknologi," ungkap Fadli Zon.

Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui usulan pemerintah untuk pembentukan kementerian baru, yakni Kementerian Investasi. Pengambilan keputusan itu dilakukan DPR dalan rapat paripurna penutupan masa sidang hari ini.

Persetujuan itu berdasarkan hasil rapat konsultasi pengganti rapat Bamus, pada Kamis (8/4). Di mana dalam eapat tersebut me.bahas surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian.

Salah satu yang menjadi poin dalam surat presiden ialah pembentukan Kementerian Investasi.

"Pembentukan Kementerian Investasi untuk meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan," ujar Dasco membaca isi surpres, Jumat (9/4/2021).

Dasco kemudian meminta persetujuan anggota Dewan yang hadir terkait usulan pembentukan Kementerian Investasi.

"Selanjutnya kami selaku pimpinan rapat akan menanyakan kepada sidang Dewan yang terhormat, apakah hasil keputusan rapat Bamus pengganti rapat konsultasi terhadap pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian dapat disetujui?" tanya Dasco yang dijawab setuju anggota.

Diketahui dalam rapat yang sama, poin di dalam surpres yang turut mendapat persetujuan DPR ialah mengenai pembubaran Kemenristek, yang kini dilebur bersama Kemendikbud.

"Penggabungan sebagian tugas dan fungsi Kemenristek ke Kemendikbud sehingga menjadi Kemendikbud dan Ristek," ujarnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar