Soal Program Deradikalisasi, PAN Minta Pemerintah Teliti dan Cermat

Sabtu, 10/04/2021 17:40 WIB
Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay (Foto: Istimewa)

Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay (Foto: Istimewa)

law-justice.co - Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan dalam melaksanakan program deradikalisasi, pemerintah harus bertindak proporsional dan berkeadilan.

Pemerintah tidak boleh ikuti arus framing yang dilekatkan pada suatu kelompok tertentu. Semua informasi yang diterima harus diverifikasi dan divalidasi secara baik.

"Kalau ada kelompok tertentu yang dituduh radikal, harus diverifikasi. Siapa orangnya, apa ajarannya, apa target sasarannya, dimana mereka bergerak, dan lain-lain. Ini sangat penting sebab Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Pasti banyak keragaman dalam pengamalan ajaran agama. Keragaman itu tidak serta merta salah  dan dapat disebut radikal. Sebagian besar di antaranya sudah mengakar ratusan tahun," kata Saleh kepada Law Justice, Sabtu (10/04/2021).

Saleh menuturkan bila program deradikalisasi dan peneguhan Islam moderat di Indonesia harus terus dilakukan. Hal itu perlu ditingkatkan terutama di era globalisasi dan digitalisasi saat ini.

Namun, program deradikalisasi itu tidak boleh mengucilkan kelompok-kelompok tertentu. Faktanya, Indonesia adalah negara yang penduduknya sangat toleran.

Kalau ada yang menyimpang, tutur Saleh itu bukanlah esensi dari ajaran agama. Bisa jadi, itu hanya bagian dari kesalahan dalam memahami teks-teks agama. Pada titik inilah, edukasi dan sosialisasi Islam moderat perlu diterapkan.

"Saya melihat ada juga sekelompok orang tertentu yang merasa paling benar. Menyalahkan kelompok lain. Bahkan, menuduh yang lain sebagai kelompok radikal," tuturnya.

Anggota Komisi IX DPR RI itu menyatakan sikap menuduh dan menyudutkan kelompok lain tentu tidak benar. Apalagi bila tuduhan itu tidak didasarkan atas bukti yang valid. Hanya didasarkan asumsi dan dugaan.

"Kalau ini dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan sikap saling curiga. Pada titik tertentu, bisa merusak ukhuwah dan persaudaraan internal umat beragama. Intinya, apa pun alasannya, sikap menuduh dan menyudutkan ini tidak baik. Sebaliknya, silaturrahim dan peneguhan persatuan itu yang harus dikedepankan," tutupnya.

(Givary Apriman Z\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar