Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Melesat Jadi Segini Per Gramnya

Jum'at, 09/04/2021 10:40 WIB
Harga emas Antam meskipun mengalami penurunan tetap termahal sejak September 2013. (Foto: Finroll)

Harga emas Antam meskipun mengalami penurunan tetap termahal sejak September 2013. (Foto: Finroll)

law-justice.co - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp931 ribu per gram pada Jumat (9/4).

Harga emas tercatat naik Rp9.000 dari Rp922 ribu per gram pada Kamis (8/4).

Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) meroket Rp11 ribu per gram dari Rp810 ribu menjadi Rp821 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, berikut adalah harga jual emas berdasarkan ukurannya:

0,5 gram senilai Rp515,5 ribu,
2 gram Rp1,8 juta,
3 gram Rp2,67 juta,
5 gram Rp4,43 juta,
10 gram Rp8,8 juta,
25 gram Rp21,88 juta,
50 gram Rp43,69 juta.
100 gram senilai Rp87,31 juta,
250 gram Rp218,01 juta,
500 gram Rp435,82 juta, dan
1 kilogram Rp871,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX turun 0,1 persen menjadi US$1.756,4 per troy ons.

Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot menguat 0,01 persen ke US$1.756,07 per troy ons pada pagi ini.

Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan harga emas di pasar internasional berpeluang `putar balik` ke arah penguatan setelah sempat melemah.

Proyeksinya, harga emas akan bergerak di kisaran US$1.730 sampai US$1.780 per troy ons pada hari ini.

Faktor utama datang dari penurunan tingkat imbal hasil (yield) surat utang AS, US Treasury bertenor 10 tahun dari kisaran 1,7 persen ke 1,61 persen.

Hal ini sejalan dengan pandangan Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell yang memandang tekanan inflasi hanya akan terjadi pada jangka pendek.

"Emas berpeluang menguat kembali hari ini dengan faktor tersebut," ucap Ariston seperti melansir CNNIndonesia.com.

Kendati demikian, pergerakan harga emas masih terus dibayangi oleh rilis data ekonomi AS terbaru. Misalnya, nanti malam akan ada data indeks harga produsen edisi Maret 2021.

"Data yang lebih tinggi dari prediksi berpotensi menaikkan yield US Treasury dan menekan harga emas, demikian sebaliknya," tandasnya.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar