Selain Pendemo, Junta Militer Juga Buru Ratu Kecantikan Myanmar

Kamis, 08/04/2021 21:03 WIB
Ratu Kecantikan Myanmar May Myat Noe diburu junta militer Myanmar (kompas)

Ratu Kecantikan Myanmar May Myat Noe diburu junta militer Myanmar (kompas)

law-justice.co - Setelah menangkap ribuan warga sipil yang menolak kudeta militer ditangkap, kini giliran para artis yang diburu oleh junta militer Myanmar. Mereka bahkan sudah merilis daftar selebriti yang berstatus buron pada Rabu (7/4/2021). Mereka terancam dipenjara karena menyuarakan protes terhadap pemerintahan militer.

Angka ini naik dari pengumuman di akhir pekan lalu, sebanyak 40 pesohor. Para selebriti itu, bukan hanya pelaku seni peran, tapi juga penyanyi, model dan influencer di media sosial.

Mengutip AFP, salah satu nama yang masuk dalam buruan junta adalah seorang model yang pernah mengikuti ajang pencarian bakat modeling Asia Nest Top Model (ANTM) Cycle 4 tahun 2016, May Myat Noe. Perempuan 22 tahun itu, berdasarkan akun instagramnya kini berada di Milan, Italia.

Dalam akun medsosnya itu, ia memang kerap menuliskan kritikan pada aksi junta dalam menangani pendemo. Sebagaimana dilaporkan lembaga bantuan tahanan politik AAPP, setidaknya 598 orang telah tewas karena tindakan represif aparat.

Mantan ratu kecantikan itu juga sempat meng-upload foto hitam putih yang menunjukkan pose salam tiga jari. Salam ini menjadi tanda pergerakan massa anti kudeta Myanmar.

"Tolak_Kudeta Myanmar, Tolak_Diktator, SILENCESTRIKE," tulis gambar tersebut.

Di gambar lain, ia juga menulis soal bagaimana revolusi yang kini dilakukan rakyat Myanmar akan memakan waktu sangat panjang dan penuh berjuangan. "Tapi hasilnya akan manis dan menjamin semua warga di Myanmar," tulis gambar di akunnya.

Ia juga menulis bagaimana diaspora Myanmar, siap secara fisik, mental dan keuangan. Menurutnya, gerakan yang dilakukan massa anti kudeta bukan untuk melawan apa yang ia sebut kekejaman junta, tapi juga diskriminasi, rasisme hingga pembunuhan.

Sementara itu, aktor top Myanmar Paing Takhon telah ditangkap junta Kamis pagi. Pria 24 tahun, yang juga biksu itu dibawa dari kediaman ibunya.

Sekitar 50 tentara dengan delapan truk militer datang ke kediaman mereka di North Dagon, Yangon. "Karena dia sakit, mereka menangkapnya tanpa kekerasan. Kami tak tahu ke mana di pergi," kata saudaranya Thi Thi Lwin.

AAPP menyebut setidaknya 2.8447 telah ditahan. Dalam pidato Rabu, Jenderal militer Myanmar Min Aung Hlaing menyebut protes yang dilakukan demonstran menghancurkan negara.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar