Suplai Kebutuhan Jabodetabek, Pertamina Kirim Pertalite dari Cilacap

Kamis, 08/04/2021 11:43 WIB
Pertamina melakukan suplai perdana Pertalite menggunakan kapal tanker ke Kilang Balongan untuk memenuhi kebutuhan Jabodetabek/Foto: Pertamina

Pertamina melakukan suplai perdana Pertalite menggunakan kapal tanker ke Kilang Balongan untuk memenuhi kebutuhan Jabodetabek/Foto: Pertamina

law-justice.co - Untuk memenuhi kebutuhan stok dan suplai akibat terbakarnya Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Pertamina mengucurkan suplai BBM jenis Pertalite untuk wilayah Jabodetabek.

Wilayah yang biasanya disuplai dari Kilang Balongan itu, kini disuplai dari Kilang Cilacap untuk jenis BBM Pertalie.

Manajer Humas dan CSR Pertamina Kilang Cilacap Hatim Ilwan mengatakan, PT Pertamina (Persero) telah melakukan pengiriman perdana produk pertalite sebanyak 200 ribu barel atau setara 32 ribu kiloliter melalui jalur laut dari Kilang Cilacap menuju wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Hatim mengatakan pengapalan itu merupakan skema alih suplai kebutuhan bahan bakar pasca insiden kebakaran empat tangki penampungan BBM di Kilang Balongan pada akhir Maret lalu.

"Ini komitmen kami guna mengamankan stok BBM untuk wilayah Jabodetabek yang sebelumnya disuplai dari Kilang Balongan,” kata Hatim Ilwan seperti dikutip dari Law-Justice.co dari keterangan resmi Pertamina.

Proses pengapalan BBM itu dimulai dari Dermaga III Area Oil Movement 70 Komplek Pantai Teluk Penyu di Cilacap, kapal bernama lambung Ratu Ruwaidah itu bertolak langsung menuju Integrated Terminal Balongan.

Kilang Cilacap membangun fasilitas tambahan sehingga pertalite bisa loading langsung ke kapal pengangkut melalui dermaga tersebut.

Dalam proses pengapalan Pertalite itu, lanjut Hatim, menjadi catatan sejarah bagi pengiriman BBM melalui jalur laut karena sejak awal tahun ini pertalite dari Kilang Cilacap dikirim ke terminal bahan bakar Lomanis yang kemudian didistribusikan melalui jalur pipa ruas Cilacap, Yogyakarta, dan Bandung.

“Ke depan dengan fasilitas ini kami bisa lebih fleksibel mengirim BBM, termasuk Pertamax dan Pertamax Turbo ke wilayah manapun,” tegas Hatim.

Kegiatan pengiriman pertalite jalur laut merupakan bagian dari tambahan produksi sebesar 400 ribu barel per bulan atau 20 persen dari produksi pertalite Kilang Cilacap yang sebelumnya mencapai 2 juta barel per bulan.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:



Berita Terkait

Komentar