Kenali Penyebab Antibodi Tak Terbentuk Meski Sudah Disuntik Vaksin

Selasa, 06/04/2021 22:07 WIB
Penyebab antibodi tak langsung terbentuk meski sudah disuntik vaksin (Tribunnews)

Penyebab antibodi tak langsung terbentuk meski sudah disuntik vaksin (Tribunnews)

law-justice.co - Ternyata, tak serta merta antibodi orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 langsung terbentuk. Oleh karena itu, dokter RA Adaninggar SpPD meminta masyarakat agar tetap hati-hati meski sudah disuntik vaksin.

"Intinya, sistem imun manusia itu sangat kompleks, kekebalan tidak hanya ditentukan oleh antibodi, banyak faktor dan sel imun lain yang juga berperan tapi tidak semua bisa diperiksa," kata Ning.

Sekitar 2-10 persen orang sehat, gagal membentuk antibodi pada kadar tertentu setelah vaksinasi rutin. Kondisi non responder sudah pernah dilaporkan terjadi pada beberapa vaksin sebelumnya dengan prevalensi yang bervariasi, misal pada vaksin Hepatitis B, hepatitis A, dan influenza. Demikian pula efektivitas vaksin covid-19.

Efektifitas vaksin tidak tergantung berapa kadar antibodi, tapi ditentukan oleh sistem imun masing-masing orang, perilaku dan pola hidup bersih dan sehat, faktor vaksin itu sendiri, dan varian virus yang ada di sekitar. Jadi tinggi rendahnya titer antibodi tidak bisa menunjukkan pasti kekebalan seseorang. Ning juga menjelaskan, kegagalan vaksin terbagi menjadi dua jenis yaitu primer dan sekunder.
Kegagalan primer yaitu sejak awal suntikan dan booster tidak terbentuk antibodi yang optimal. Lalu kegagalan sekunder yaitu terbentuk antibodi tetapi tidak bisa melindungi secara adekuat dari infeksi alami.

Semakin lama periode sejak vaksinasi ke booster infeksi alami atau vaksin, maka kegagalan vaksin sekunder lebih mungkin terjadi. Kondisi ini terjadi karena faktor vaksin yaitu antigen yang dipakai, faktor teknis penyuntikan, interval atau dosis tertentu. Lalu faktor sistem imun seperti genetik, umur, penyakit komorbid imunodefisiensi, penggunaan obat imunosupresan, dan status nutrisi.

Adanya antibodi hanya menunjukkan bahwa tubuh manusia sudah pernah berkenalan dan berespon terhadap virus spesifik baik melalui infeksi alami atau vaksin. Kadar antibodi tidak dapat menunjukkan secara pasti kekebalan yang terbentuk, kemampuan netralisir, durasi antibodi atau kekebalan bertahan virus serta efektivitas vaksin.

"Prinsipnya, selama herd immunity masih belum terbentuk, virus masih banyak beredar di sekitar kita, semua orang masih bisa terinfeksi termasuk orang yang sudah divaksin, meskipun dengan vaksin, risiko sakit berat dan kematian akan menurun," tutup Ning.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar