Digugat MAKI karena Hentikan Kasus Korupsi Rp4,8 T, Begini Kata KPK

Sabtu, 03/04/2021 06:35 WIB
Plt Jubir KPK Ali Fikri jawab langkah MAKI yang gugat KPK karena hentikan pengusutan kasus BLBI yang merugikan negara hingga Rp4,8 triliun (Jawapost)

Plt Jubir KPK Ali Fikri jawab langkah MAKI yang gugat KPK karena hentikan pengusutan kasus BLBI yang merugikan negara hingga Rp4,8 triliun (Jawapost)

law-justice.co - Langkah Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menggugat upaya penghentian penyelesaian kasus dugaan korupsi BLBI dihargai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, KPK menegaskan bahwa penghentian kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp4,8 triliun dan menjerat Sjamsul Nursalim dan istrinya sudah sesuai aturan.

"KPK hargai upaya yang akan dilakukan oleh sejumlah pihak, di antaranya MAKI tersebut, karena memang ketentuan hukumnya mengatur demikian," kata Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, Jumat (2/4/2021).

Ali memastikan bahwa apa yang telah diputuskan KPK sudah sesuai dengan aturan hukum. Khususnya putusan akhir pada tingkat MA dalam perkara SAT (Syafruddin Arsyad Temenggung) menyatakan ada perbuatan sebagaimana dakwaan tapi bukan tindak pidana.

KPK, sambungnya, telah berupaya maksimal sampai kemudian mengajukan upaya hukum luar biasa peninjauan kembali (PK). Akan tetapi, ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

"Oleh karena syarat unsur adanya perbuatan penyelenggara negara tidak terpenuhi, sedangkan SN dan ISN sebagai orang yang turut serta melakukan perbuatan bersama- sama dengan SAT selaku penyelenggara negara, maka demi kepastian hukum KPK menghentikan penyidikan perkara dimaksud," tutupnya.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar