Kas Pemerintah Tekor, BLT UMKM Dipotong dari Rp 2,4 Juta Jadi 1,2 Juta

Kamis, 01/04/2021 15:28 WIB
Acara Penyaluran BLT UMKM (Kompas)

Acara Penyaluran BLT UMKM (Kompas)

law-justice.co - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, besaran dana yang diberikan dalam program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif atau BLT UMKM dipotong sebesar 50 persen.

Apabila di tahun sebelumnya program ini menyalurkan dana sebesar Rp 2,4 juta per UMKM, kini menjadi Rp 1,2 juta. Dia menjelaskan, potongan ini dilakukan karena keterbatasan dana yang diberikan oleh pemerintah.

"Kecilnya anggaran tahun ini bakal beda. Saat ini disetujui 12,8 juta penerima. Untuk besarannya Rp 1,2 juta bukan Rp 2,4 juta," ujar Teten dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (1/4/2021).

Selain anggaran yang dipotong, pemerintah juga menambah lembaga penyalurannya. Apabila sebelumnya hanya melalui BNI dan BRI, kini ditambah Bank Mandiri, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan POS Indonesia. 

Sementara lembaga pengusul juga dipotong yang sebelumnya 5 lembaga pengusul yang terdiri dari Dinas yang bertanggung Jawab atas koperasi dan UKM hingga Perbankan dan Perusahaan yang terdaftar di OJK, kini hanya 1 lembaga.

"Ini kita perluas, kalau lembaga pengusul yang sebelumnya 5 sekarang hanya 1 yaitu dinas yang membidangi koperasi dan UMKM di Kabupaten/Kota," jelas Teten. Sampai berita ini dimuat, anggota Dewan masih mencecar Teten soal kinerja Kementerian yang dnilai tidak memuaskan dalam pelaksanaan program PEN akibat covid.

(Asep Saputra\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar