Babinsa TNI Tewas dengan Tangan Diborgol, Bareskrim Bentuk Tim Khusus

Sabtu, 27/03/2021 06:55 WIB
Komjen Agus Andrianto bentuk tim khusuus untuk usut kasus tewasnya Babinsa TNI dengan tangan diborgol (Tribunnews)

Komjen Agus Andrianto bentuk tim khusuus untuk usut kasus tewasnya Babinsa TNI dengan tangan diborgol (Tribunnews)

law-justice.co - Seorang Babinsa TNI ditemukan tewas dengan tangan diborgol di Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tahun 2020 kemarin. Kematian Sersan Dua Rusdi itu dinilai tidak wajar sehingga perlu diusut.

Terkait hal itu, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto pun siap membentuk tim khusus. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Angkatan Darat, Letjen TNI Chandra W Sukotjo di Mabes Polri.

"Dalam pengawasan kami, jika melihat korban tergantung dengan tangan terikat atau diborgol, itu tidak mungkin kejadian bunuh diri," kata Letjen TNI, Chandra Sukotjo, melalui keterangan tertulis, Jumat (26/3/2021).

Chandra turut menjelaskan kunjungannya ini dilakukan untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat Danpuspom TNI AD yang baru. Selain atas perintah Kepala Staf TNI AD (KSAD), menurutnya tugas provos juga berkaitan erat dengan Bareskrim Polri.

Dalam pertemuan itu, Chandra meminta bantuan dari Polri untuk membantu penyelidikan kasus tersebut. Chandra mengungkap kemampuannya masih terbatas dalam kejahatan konvensional.

"Kami sangat membutuhkan bantuan dari polisi, terutama dalam hal penyelidikan dan penyidikan, karena kemampuan personel kami masih hanya sebatas kejahatan konvensional," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Komjen Agus mengucapkan terima kasih kepada Danpuspom TNI AD yang telah menyempatkan waktunya untuk datang bersilaturahmi. Agus mengungkapkan perlunya sinergitas lembaga terkait untuk menjaga keamanan.

"Tentunya dalam menjaga negara ini kita tidak bisa sendiri," ucap Agus.

Terkait kasus Rusdi, Komjen Agus mengatakan pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mengusutnya. Dia memerintahkan Kapolda setempat untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Terkait kasus Sersan Rusdi, kami akan terus memonitor kasus tersebut. Jika memang Bareskrim perlu menyiapkan tim khusus, akan kami buat. Kami akan terus mengingatkan Kapolda nya untuk segera menyelesaikan kasus ini," tutur Agus.

Seorang anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD ditemukan tewas tergantung di pohon di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Korban ditemukan dengan kondisi tangan terikat.

Anggota Babinsa TNI AD tersebut ditemukan tergantung di pohon jambu di Desa Rahantari Kecamatan Kabaena, Barat Kabupaten Bombana pada Rabu (19/8/2020) dengan masih menggunakan seragam TNI. Almarhum diketahui bernama Serda Rusdi.

"Iya benar (Serda Rusdi ditemukan tewas tergantung di pohon)," ujar Kapolres Bombana AKBP Andi Herman saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (18/8/2020).

Penemuan jenazah Serda Rusdi tersebut sempat membuat geger warga sekitar Desa Rahantari. Diketahui, almarhum kesehariannya bertugas sebagai Babinsa Desa Rahantari dan Desa Eemokolo.

Jenazah Serda Rusdi ditemukan pertama kali oleh seorang warga beranama Audi yang hendak pergi berkebun. Dia kemudian kaget melihat ada jenazah yang masih menggunakan seragam TNI lengkap tengah tergantung di pohon.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar