FPSS Desak Erick Copot Kakak Gubernur Sumsel dari Komisaris PTBA

Jum'at, 26/03/2021 19:58 WIB
Front Pemuda Sumatera Selatan (FPSS) desak Menteri BUMN Erick Thohir copot E Piterdono HZ yang merupakan kaka kandung dari Gubernur Sumsel dari Komisaris PT Bukit Asam (PTBA) (ist)

Front Pemuda Sumatera Selatan (FPSS) desak Menteri BUMN Erick Thohir copot E Piterdono HZ yang merupakan kaka kandung dari Gubernur Sumsel dari Komisaris PT Bukit Asam (PTBA) (ist)

law-justice.co - Sekelompok pemuda asal Sumatera Selatan yang tergabung dalam Front Pemuda Sumatera Selatan (FPSS) mendesak Menteri BUMN Erick Thohir untuk mencopot E Piterdono HZ dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan Terbatas Bukit Asam (PTBA). Dalam aksinya, FPSS menilai pengangkatan Piterdono itu sarat dengan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Koordinator Aksi Tobi Frans mengatakan "kami menilai keputusan Bapak Erick dalam mengangkat E. Piterdono HZ karena konflik kepentingan dalam kepengurusan PTBA, hal itu sangat jelas terlihat sejak awal pengangkatan. Karena telah banyak aturan perundang-undangan yang telah dikangkangi dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham pada saat itu, Salah satunya UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN pada pasal 33" katanya melalui rilis persnya.

Diketahui E. Piterdono HZ merupakan Kakak Kandung dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dan sejak awal pengangkatan yang bersangkutan sedang menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung (rangkap jabatan).

Tobi juga menambahkan "pertama Kami Mendesak Erick Thohir untuk segera Copot E. Piterdono HZ sebagai Komisaris PT Bukit Asam Sesuai Permen BUMN PER-02/MBU/02/2015 Lampiran III poin 5, kedua kami Mendesak Erick Thohir untuk segera Mencopot E. Piterdono HZ sebagai Komisaris PT Bukit Asam karena Dugaan Kuat hanya Sebagai Bancakan Keluarga Gubernur Sumsel, Karena Yang Bersangkutan Adalah Kakak Kandung Dari Herman Deru" papar Tobi

"Sudah Cukup banyak KKN yang sudah di lakukan oleh bapak Herman Deru oleh karena itu aksi ini kami lakukan agar menteri BUMN menyelamatkan PT Bukit Asam dari Praktek Kolusi, Korupsi dan Nepotisme mengingat PTBA adalah salah satu lumbung penghidupan Indonesia" tutupnya.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar