Soal Penerima Fee Bansos Covid, KPK Sebut Anggota BPK Achsanul Qosasi

Senin, 08/03/2021 19:57 WIB
Anggota BPK Achsanul Qosasi (kanan) disinggung Jaksa KPK terkait oknum BPK penerima fee dari vendor Bansos Covid-19 (matamadura)

Anggota BPK Achsanul Qosasi (kanan) disinggung Jaksa KPK terkait oknum BPK penerima fee dari vendor Bansos Covid-19 (matamadura)

law-justice.co - Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi pengadaan paket Bansos Covid-19 yang menjerat eks Mensos Juliari Batubara. Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu, pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso mengaku pernah mengeluarkan uang Rp1 miliar yang berasal dari fee vendor Bansos Covid-19 untuk oknum di Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK). Jaksa KPK lantas menyinggung oknum tersebut adalah Achsanul Qosasi.

Hal itu diungkapkan Joko saat bersaksi untuk dua terdakwa penyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, yakni Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/3/2021).

"Ada operasional untuk BPK Rp1 miliar pak melalui Pak Adi (kuasa pengguna anggaran)," ujar Joko kepada jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Adapun Adi yang dimaksud merupakan Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Sekretariat Jenderal Kemensos sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja Kantor Pusat Kemensos tahun 2020 dan pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan bansos Covid-19. Matheus sekaligus Adi juga berstatus tersangka dalam kasus ini. Kendati demikian, Joko mengaku tak mengetahui siapa oknum BPK yang menerima uang tersebut. Jaksa KPK pun sempat menyebutkan sebuah nama.

"(Pak Adi) menyebutkan nama Achsanul Qosasi?" tanya jaksa. "Saya kurang tahu pak. Saya hanya menyerahkan di kafe pak," ucap Joko.

Adapun Harry dan Ardian merupakan terdakwa dalam kasus dugaan suap bansos penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di tahun 2020. Keduanya didakwa menyuap Juliari dan sejumlah pejabat di Kementerian Sosial.

Harry didakwa memberi suap sebesar Rp1,28 miliar, sementara Ardian didakwa memberi uang sejumlah Rp1,95 miliar. Menurut JPU, uang tersebut diberikan terkait penunjukkan kedua terdakwa sebagai penyedia bansos Covid-19 pada Kemensos tahun 2020.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar