Ketahui Tanda dan Gejala Stroke, Sebulan Sebelum Serangan

Minggu, 07/03/2021 07:43 WIB
Jalankan Pola Hidup Sehat, Cegah Penyakit Stroke (Antara)

Jalankan Pola Hidup Sehat, Cegah Penyakit Stroke (Antara)

law-justice.co - Stroke adalah penyakit yang memengaruhi arteri yang menuju ke dan di dalam otak. Stroke kini memang jadi penyakit yang paling ditakuti banyak orang. Soalnya, penyakit yang dulunya banyak menyerang orang tua ini kini malah banyak dialami anak muda.

Baru beberapa hari dirawat dan belum sembuh benar, Ade sudah nekat menjadi presenter dalam acara di RS Mitra Keluarga Surabaya. Setelah itu, kondisi kesehatan Ade pun perlahan mulai membaik.

Namun entah bagaimana, Ia kembali menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur hingga akhirnya meninggal dengan vonis komplikasi serangan jantung dan stroke.

Ternyata 1 bulan sebelum stroke menyerang, tubuh akan memberiakan peringatan. Gejala 1 bulan sebelum stroke terjadi ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terhalang oleh gumpalan.

Hal di atas terjadi karena otak adalah organ yang sangat kompleks yang mengendalikan berbagai fungsi tubuh. Dengan mengetahui tanda-tanda peringatan yang paling umum ini, kita akan melindungi diri sendiri.

Pertama, kita harus tahu bahwa ada 2 jenis utama stroke : iskemik dan hemoragik. Stroke iskemik lebih sering terjadi dan disebabkan oleh penyempitan arteri ke otak yang menyebabkan aliran darah sangat berkurang.

Stroke hemoragik jarang terjadi dan disebabkan oleh pendarahan di otak. Sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda peringatan stroke dan mendapatkan bantuan medis sesegera mungkin untuk mengurangi risiko kerusakan serius pada otak.

Ini dapat membantu menurunkan risiko kematian atau cacat dan meningkatkan peluang pemulihan. Para ahli medis mengatakan, tanda dan gejala dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain tergantung pada jenis stroke, bagian otak yang terkena, dan tingkat kerusakan.

Berikut adalah gejala umum stroke;

- Cegukan

- Ketidaksadaran

- Lemah

- Nyeri

- Masalah pernapasan

- Halusinasi

- Serangan epilepsi

- Kepribadian berubah

Sebenarnya, kebiasaan apa saja yang bisa memicu timbulnya stroke dan penyumbatan pada jantung? Melansir dari Harvard Health, ada lima kebiasaan yang bisa memicu timbulnya penyakit tersebut.

Mereka adalah merokok, tidak pernah olahraga, kegemukan, konsumsi makanan tidak sehat, dan minum minuman keras. Salah satu kebiasaan tak sehat lainnya adalah memanaskan minyak secara berulang-ulang atau minyak jelantah.

Mungkin karena kita merasa sayang dengan minyak yang kondisinya masih bagus, kemudian kita simpan, lalu digunakan untuk menggoreng lagi di waktu lain.

Padahal, seperti dalam sebuah riset yang dikutip Health India, menggunakan minyak yang sama berkali-kali dapat menyebabkan minyak alami degradasi, sebuah proses yang akan melahirkan radikal bebas.

Celakanya, radikal bebas itu dapat menempel pada jaringan sel dan dapat menimbulkan penyakit. Radikal bebas ini juga dapat memicu peningkatan kolesterol jahat dan penyumbatan darah arteri.

Kedua hal di atas berperan dalam memicu penyakit jantung dan stroke. Satu kebiasaan saja atau bahkan seluruhnya bisa merusak dan menyumbat jaringan pembuluh darah.

Kebiasaan tersebut perlahan akan menganggu sistem metabolisme dan merubah jaringan sel serta organ. Tak hanya itu, kebiasaan buruk itu juga bisa menimbulkan penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolestrol dan kencing manis.

Bila kebiasaan tersebut dilakukan dalam jangka panjang, maka akan timbul serangan jantung dan penyumbatan pembuluh darah. Bukan itu saja, kerusakan juga bisa terjadi pada ginjal, tulang dan otak.

Lebih jauh, penelitian membuktikan kalau 4.900 laki-laki dan perempuan di Inggris mendapatkan penyakit jantung dari empat kebiasaan tersebut. Dibandingkan mereka yang tak punya kebiasaan itu, 85% orang yang punya satu kebiasaan saja berisiko mengalami kematian dini.

Tanpa ada pengeculian, fakta ini ditemukan baik pada laki-laki maupun perempuan. Sudah terbukti kalau orang yang punya kebiasaan merokok, jarang olahraga, mengonsumsi makanan tidak sehat, obesitas dan, minum minuman keras lebih rentan terkena masalah jantung.

Metode F.A.S.T. untuk mengetahui adanya gejala stroke

F.A.S.T. merupakan salah satu metode sederhana yang bisa dilakukan pasien dan orang di sekitarnya untuk mengetahui adanya gejala stroke, sebelum pasien dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Metode ini dapat membantu pasien untuk mendapatkan pengobatan stroke yang sesuai dengan kondisi yang dialaminya. Perawatan stroke yang paling efektif dapat diberikan jika diagnosis stroke dapat dilakukan dalam kurun waktu tiga jam setelah pasien mengalami gejala stroke pertamanya.

Jika Anda merasa orang di sekitar mengalami gejala stroke, segeralah bertindak cepat dan lakukan metode F.A.S.T. untuk memprediksi adanya gejala stroke pada orang tersebut. Metode ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

F—Face: Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Perhatikan, apakah salah satu sisi wajahnya ada yang kendur dan tidak terangkat ke atas.

A—Arms: Mintalah orang tersebut mengangkat kedua tangannya ke atas. Perhatikan, apakah salah satu tangannya turun ke bawah dengan sendirinya.

S—Speech: Mintalah orang tersebut untuk mengucapkan kalimat sederhana yang Anda ucapkan terlebih dahulu. Perhatikan, apakah orang tersebut bisa mengucapkan kalimat yang sama persis dengan yang Anda ucapkan, atau terdengar ada kata yang tidak diucapkan dengan baik.

T—Time: Jika Anda melihat ada salah satu gejala tersebut yang muncul, segera periksakan kondisinya ke dokter atau bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Jika perlu, catat waktu di mana Anda melihat adanya gejala awal stroke yang muncul. Informasi ini dapat membantu dokter dan tim medis untuk menentukan perawatan paling efektif untuk pasien. (PR berbagai sumber)

 

 

(Warta Wartawati\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar