Alami Penyakit Langka, Perempuan ini Terlahir Tanpa Rahim

Sabtu, 06/03/2021 19:30 WIB
Wani Ardy (37) perempuan Malaysia yang alami penyakit langka, ia lahir tanpa rahim (Instagram)

Wani Ardy (37) perempuan Malaysia yang alami penyakit langka, ia lahir tanpa rahim (Instagram)

law-justice.co - Perempuan asal Malaysia bernama Wani Ardy (37) belum lama ini menjadi sorotan setelah membagikan kisah inspiratif mengenai kehidupannya. Wani dikatakan terlahir dengan kondisi langka yakni tidak memiliki rahim.


Mengutip Hindustan Times, kondisi tersebut awalnya diketahui ketika Wani berkonsultasi dengan beberapa dokter pada saat usianya 17 tahun. Ia berkonsultasi dengan beberapa dokter, karena pada saat itu Wani tidak juga mengalami menstruasi.


Setelah memeriksa kondisi Wani Ardy, semua dokter mengatakan hal yang sama yakni dia tidak memiliki rahim. Kondisi Wani tersebut kabarnya sempat membuat para dokter bingung, karena beberapa dokter tidak tahu penyebab pasti mengapa Wani mengalami kondisi itu.


Karena tak mendapat penjelasan yang memuaskan, Wani pun merasa terkucilkan. Terlebih, ia juga merasa bahwa kondisi itu berbeda dengan teman-teman sebayanya.


“Saat remaja saya merasa sangat terkucilkan karena kondisi itu, saya tahu saya berbeda,” kata perempuan yang berprofesi sebagai penulis dan juga pemain teater itu kepada Hindustan Times.


Barulah, pada usia 20-an, Wani akhirnya mulai memahami kondisi yang terjadi pada tubuhnya. Kondisi yang diderita Wani ini dinamakan Mayer-Rokitansky-Kuster Hauser syndrome (MRKH), atau kondisi ketika organ seks internal (seperti rahim atau vagina) tidak berkembang sempurna saat lahir.

MRKH merupakan kondisi langka yang terjadi pada 1 dari 5.000 perempuan dan penyebab pastinya sampai saat ini belum diketahui, demikian ditulis Hindustan Times.


Wani mengatakan bahwa pembicaraan tentang kesehatan seksual masih dianggap tabu di Malaysia. Karena kondisi itu, perempuan dengan MRKH pun kerap merasa malu atau enggan mencari bantuan maupun pengobatan yang memadai.


Hal itu juga yang terjadi pada Wani Ardy. Selama bertahun-tahun, Wani menyebut bahwa dirinya merahasiakan kondisinya itu. Barulah pada 2014, Wani memutuskan untuk berani membuka diri kepada publik, setelah bergabung dengan komunitas online di Amerika Serikat yang mendukung para perempuan dengan kondisi MRKH.

“Saya pikir jika saya bisa bisa berbagi pengalaman dengan seseorang yang mengalami kondisi serupa merupakan hal yang sangat mengagumkan. Karena saya bisa berbagi edukasi, pengalaman, dan juga budaya,” tambah Wani.


Tak lama setelah mengumumkan kondisinya ke publik, Wani pun mendirikan komunitas dukungan yang kini sudah memiliki 200 anggota dari beberapa negara; seperti Malaysia, Indonesia, dan Singapura. Aksi Wani pun mendapat pujian dari banyak dokter karena dinilai telah meningkatkan kesadaran terhadap MRKH dan kondisi kesehatan seksual lainnya.


Lalu, seperti apa potret Wani Ardy? Berikut beberapa potret Wani Ardy yang dirangkum dari Instagram pribadinya @wani.ardy, pada Sabtu (6/3/2021).

 

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar