H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A.

Ketua MPR yang Memulai Karir Sebagai Jurnalis Hingga Menjadi Ketua IMI

Sabtu, 06/03/2021 14:20 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Istimewa)

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Istimewa)

law-justice.co - Bamsoet Lahir di Jakarta, 10 September 1962 dan kini menjadi Politisi disalah satu partai terbesar di Indonesia yakni Partai Golkar. Bamsoet sejak menjadi mahasiswa sudah aktif di beberapa kegiatan organisasi seperti PB HMI hingga menjadi Anggota ikatan pers mahasiswa.  Salah satunya, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), berafiliasi dengan Golkar.

Bamsoet memulai kariernya sebagai jurnalis berawal dari Media PRIORITAS pada tahun 1985 hingga puncaknya ia menjadi Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya tahun 2004. Karirnya sebagai jurnalis sudah digeluti selama lebih dari 20 tahun. Selain sebagai Jurnalis, Bamsoet juga sempat menjadi Direktur dan Komisaris di beberapa perusahaan.

Kariernya terus merangkak. Pada tahun 2006, Bambang menjabat sebagai Direktur Independen PT SIMA,Tbk, dan setahun kemudian menjadi direktur Kodeco Timber. Itu menjadi titik balik Bamsoet menjadi pengusaha dan terus mengembangkan bisnisnya.

Bamsoet juga aktif di komunitas motor besar dan beberapa kali mengikuti touring motor besar. Selain motor besar, Bamsoet juga terlibat sangat aktif dalam melakukan sosialisasi mengenai mobil listrik. Kecintaannya pada otomotif membuatnya makin dikenal banyak orang hingga para artispun banyak yang mengenal dirinya.

Ketua MPR RI tersebut juga turut getol dalam mensosialisasikan mobil listrik Tesla. Ia menceritakan pengalaman dirinya saat menggunakan mobil listrik Tesla. Menurut Bamsoet, selama 4 tahun pakai Tesla, per bulan ia hanya keluar uang Rp 15 ribu untuk biaya pengisian daya listrik.

"Mobil listrik itu murah. 4 tahun saya pegang Tesla, itu seminggu cuma sekali ngecas, sebulan tagihan listriknya cuma Rp 15 ribuan. Misal sekarang bilang ke PLN kalau kita punya mobil listrik-motor listrik, malah bisa dikasih diskon 30%," kata Bamsoet Kepada Law-Justice.

Perjalanan Sebagai Politisi

Bamsoet memulai kariernya sebagai politisi masuk ke partai Golkar sejak masih muda. Ketertarikanya sebagai politisi sudah terlihat saat masih muda dengan bergabung ke sayap partai Golkar yakni AMPI. Bamsoet telah beberapa kali maju sebagai Caleg sejak tahun 1997. Meski beberapa kali sempat gagal, pada akhirnya Bamsoet terpilih menjadi Anggota DPR RI pada Tahun 2009.

Kariernya sebagai Anggota Legislatif terus mengalami peningkatan, Setelah dilantik, ia ditugaskan untuk masuk menjadi Anggota Komisi III bidang hukum, HAM dan keamanan. Kemudian, ia menjadi bagian dari panitia khusus yang menyelidiki dana talangan kontroversial senilai Rp 6,7 triliun untuk Bank Century, yang diberikan selama krisis keuangan 2007-2008, yang melibatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan kemudian Wakil Presiden Boediono.

Saat kasus Bank Century, Pria berusia 58 Tahun ini termasuk menjadi salah satu politisi yang vokal terhadap kasus tersebut bersama dengan beberapa politisi lainnya. Saat menjadi bagian dari pansus Century, Pengalamannya dalam pansus itu, ia tulis dalam buku Skandal Century di Tikungan Terakhir Pemerintahan SBY-Boediono.

Bamsoet maju sebagai Anggota DPR dan mencalonkan diri di dapil Jawa Tengah VII meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjar, dan Kebumen. Pada tahun 2014, ia kembali maju sebagai Caleg dari Dapil Jateng tersebut. Hasilnya, tahun 2014 Bamsoet mencalonkan diri kembali dalam pemilihan umum dan memperoleh 57.235 suara, menjadikannya satu-satunya calon dari kabupaten yang berafiliasi dengan Partai Golkar.

Bamsoet saat peluncuran Buku Podcast Ngompol Bamsoet (Foto: Istimewa)

Memasuki Periode kedua sebagai Anggota Legislatif, Karirnya sebagai politisi semakin bersinar. Pada Januari 2016, perubahan internal di Golkar membuatnya diangkat sebagai Ketua Komisi III. Bamsoet juga pernah menjadi anggota Panitia Khusus (Pansus) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dipandang oleh banyak pengamat sebagai upaya untuk membatasi kewenangan KPK.

Karirnya terus mengalami peningkatan, terbukti pada tahun 2018 Bamsoet resmi ditunjuk oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk menjadi Ketua DPR RI menggantikan Setya Novanto yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi E-KTP. Posisinya sebagai Ketua Komisi III pun digantikan oleh Politisi Golkar lainya yakni Kahar Muzakir.

Penunjukannya menjadi Ketua DPR RI mengundang berbagai reaksi dari publik. Diantaranya ada yang memuji karena Bamsoet telah memiliki segudang pengalaman dalam kancah perpolitikan nasional dan dianggap telah matang. Ada pula beberapa pihak yang menyebut kalau penunjukan Bamsoet sebagai Ketua DPR RI sarat akan kepentingan karena sedang berlangsungnya pansus KPK.

Pada akhir masa kerjanya, DPR di bawah kepemimpinan Bamsoet menuai kecaman publik karena kompak menyetujui pengesahan revisi UU KPK. Apalagi, DPR pun berencana mengesahkan sejumlah rancangan beleid bermasalah lainnya, seperti RUU KUHP. Usai demo mahasiswa besar-besaran terjadi, DPR memutuskan menunda pengesahan beberapa RUU itu.

Tahun 2019, Bamsoet terpilih menjadi Ketua MPR RI setelah terpilih secara aklamasi dengan dihadiri 647 wakil rakyat tersebut. Sebelum terpilih, rapat paripurna sempat diskors selama 50 menit setelah Fraksi Gerindra meminta ada waktu untuk lobi-lobi sebelum pemilihan Ketua MPR dilakukan. Gerindra semula berharap sekjen partai itu, Ahmad Muzani terpilih sebagai Ketua MPR.

Namun, hampir seluruh fraksi dan Kelompok DPD di MPR, telah mendukung Bamsoet (sapaan Bambang Soesatyo), sebelum pemilihan. Akhirnya, Gerindra menyatakan ikut mendukung Bamsoet. Ketua Fraksi Gerindra di MPR, Ahmad Riza Patria mengatakan keputusan itu diambil usai ketua umum partainya, Prabowo Subianto berkomunikasi dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Para peserta rapat paripurna pun kemudian kompak menyatakan setuju saat Pimpinan Sementara MPR Abdul Wahab Dalimunthe menegaskan, "Saudara Bambang Soesatyo secara aklamasi terpilih sebagai Ketua MPR RI 2019-2024."

Sebelumnya, pada hari yang sama, Rapat Gabungan Pimpinan Sementara MPR bersama 9 fraksi dan kelompok DPD sudah memutuskan 10 nama pimpinan MPR periode 2019-2024. Mereka adalah Ahmad Basarah (Fraksi PDIP), Ahmad Muzani (Fraksi Gerindra), Bambang Soesatyo (Fraksi Golkar), Lestari Moerdijat (Fraksi Nasdem), Syarif Hasan (Fraksi Demokrat), Jazilul Fawaid (Fraksi PKB), Hidayat Nur Wahid (Fraksi PKS), Zulkifli Hasan (Fraksi PAN) dan Arsul Sani (Fraksi PPP) dan Fadel Muhammad (Kelompok DPD).

Tidak lama setelah itu, Bamsoetpun membidik kursi Ketua Umum Partai Golkar. Ia menjadi penantang terkuat Airlangga di bursa ketua umum Golkar periode 2019-2024. Pendukung Bamsoet pun aktif mendesak DPP Golkar agar segera menggelar Musyawarah Nasional (Munas). Polemik soal Munas ini membikin internal Golkar memanas. Kedua kubu saling mengklaim punya dukungan terbanyak.

Di tengah polemik tersebut, kader Golkar DKI mempersoalkan keabsahan gelar Master of Business Administration (MBA) yang diperoleh Bamsoet dari Institut Manajemen Newport Indonesia (IMNI). Kampus itu tutup sejak 2011. Bamsoet sudah memberikan klarifikasi yang membantah tudingan bahwa ijazah S2 miliknya abal-abal. Klaim itu diperkuat rilis Menristekdikti Mohamad Nasir.

Belakangan, polemik yang terjadi di internal Golkar mereda. Bamsoet mengaku sudah meredakan ketegangan dengan kubu Airlangga. "Saat itu, Jadi melihat situasi, kondisi dan tensi politik yang semakin memanas, saya memutuskan untuk cooling down bersama-sama mas Airlangga," ujar Bamsoet beberapa waktu lalu.

Bamsoet juga begitu concern dalam memperhatikan kesetaraan gender. Ia bangga dengan capaian bangsa Indonesia dalam hal kesetaraan gender. Tak seperti di Amerika Serikat, negeri yang dikenal leluhur demokrasi dan pejuang emansipasi wanita, namun masih terjebak dalam permasalahan kesetaraan gender.

Sejak diusulkan pertama kali pada Desember 1923 oleh pemimpin Partai Wanita Nasional, Alice Paul, dan diberi tenggat waktu ratifikasi hingga tahun 1982, namun hingga kini usulan Amandemen Kesetaraan Hak (Equal Rights Amendment) untuk mengesahkan prinsip kesetaraan gender termasuk hak perempuan dalam Konstitusi Amerika Serikat, masih mengalami stagnasi.

"Sedangkan konstitusi Indonesia sejak awal disahkan pada 18 Agustus 1945, selalu merujuk individu subjek hukum dengan sebutan `setiap orang` atau `setiap warga negara`. Tidak ada satu pasal pun yang merujuk pada status gender pria atau wanita. Banyak tokoh perempuan terlibat dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Setidaknya ada 14 tokoh perempuan yang telah diangkat menjadi pahlawan nasional, antara lain RA Kartini, Tjoet Njak Dhien, Tjoet Njak Meutia, Dewi Sartika, hingga Malahayati," ujar Bamsoet.

Menjadi Ketua IMI dan Terobosan yang Akan Dilakukan

Akhir tahun lalu, Bamsoet terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2021-2024. Bamsoet memiliki landasan semangat gotong royong berupa Standing and Growing Together bersama segenap keluarga besar IMI dari pusat hingga daerah dan berbagai tokoh otomotif nasional, dirinya bertekad menjadikan IMI semakin solid, mandiri, berdaya guna, dan berkelanjutan.

Bamsoet juga menekankan kalau IMI harus aware memasuki era digitalisasi secara klub maupun keanggotaan. Sehingga IMI bisa terus bermanfaat bagi bangsa dan Negara terutama untuk bidang otomotif.

"Tercatat sekitar 7.398 club otomotif yang merepresentasikan sekitar 110.000 road users di 34 provinsi tergabung dalam keluarga besar IMI. Dalam tataran organisasi, IMI memiliki 5.210 sport clubs, 838 mobility clubs, dan 1.350 sport and mobility clubs. Karenanya IMI harus menyongsong era digitalisasi, baik dalam pengembangan klub maupun keanggotaan," ujar Bamsoet.

Bamsoet ketika Dilantik Jadi Ketua IMI

Bamsoet ketika dilantik menjadi Ketua IMI Periode 2021-2024 (Foto: Istimewa)

Politisi Golkar juga menekankan kalau IMI memiliki peranan penting menjadikan olahraga otomotif sebagai industri dan hiburan yang mendukung program pemerintah di sektor pariwisata, ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial. Setiap tahun, lanjutnya, setidaknya IMI harus mampu menyelenggarakan 680 kegiatan club events, 510 kegiatan IMI province events, 189 kegiatan national championship, dan 32 kegiatan national series.

"Mengingat di skala internasional IMI berafiliasi kepada Fédération Internationale de l`Automobile (FIA) dan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), karenanya setiap tahun IMI harus mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan motorsport berskala dunia. Minimal 4 kegiatan international series dan 4 kegiatan international championship. Salah satu peluang yang bisa diambil yakni FIA Electric and New Energy Championship," katanya.

Bamsoet juga menekankan kalau peranan IMI selain telah memajukan industri dan olahraga otomotif, IMI juga menjadi organisasi pertama yang memasukan paham kebangsaan Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Hal tersebut untuk meningkatkan rasa nasionalisme IMI.

"Menunjukkan kuatnya komitmen keluarga besar IMI terhadap nilai-nilai kebangsaan yang mengedepankan prinsip gotong royong dan menjunjung tinggi semangat nasionalisme. IMI telah menjadi bagian dari Duta Empat Pilar MPR RI," imbuh Bamsoet.

Dalam menjalankan roda organisasi IMI, pria penggemar motor Harley-Davidson tersebut juga menjelaskan agenda awalnya sebagai Ketua Umum IMI Pusat untuk Tahun 2021. Dengan melakukan kunjungan langsung rutin ke para pengurus provinsi IMI di Indonesia, dan menggelar acara-acara yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

“Saya ingin melakukan kunjungan setiap bulan dengan harapan IMI ke depan lebih bersemangat dan 2020 ini kami memang tidak bisa melakukan apa-apa, tapi saat vaksin sudah bisa mengatasi pandemi Covid--19, kami akan gas pol, rem blong,” tutupnya.

(Givary Apriman Z\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar