Sengketa Lahan Tol Desari, Tommy Soeharto Siap Berdamai, Syaratnya ini

Senin, 01/03/2021 16:45 WIB
Tommy Soeharto

Tommy Soeharto

law-justice.co - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto berharap sengketa lahan dan bangunan DPP Partai Berkarya bisa diselesaikan melalui jalur mediasi. Dia bersedia mencabut gugatan apabila nilai ganti rugi Rp 56 miliar dipenuhi oleh para tergugat.

’’Kalau disetujui berarti proses dengan perdamaian. Saya akan konsultasi dengan klien saya dan klien saya sangat bijak sesungguhnya,’’ kata Kuasa Hukum Tommy, Victor Simanjuntak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (1/3/2021).

Victor menuturkan, gugatan ganti rugi yang diajukan Tommy sudah dihitung berdasarkan pagu Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Maka, jika nilai ganti rugi dibayarkan sesuai yang digugatkan, maka perkara dinyatakan selesai.

’’Bedanya cuma sedikit apa yang katanya yang sudah dititipkan dengan yang digugatkan. Tapi di sini jangan bermain-main, berbuat sesuatu yang tidak benar atas nama rakyat, kemudian klien saya dipaksakan angka-angka yang kita tidak pernah terlibat di angkanya,’’ tegasnya.

Menurut Victor, pihak Tommy tidak pernah dilibatkan untuk membahas nilai ganti rugi atas bangunan yang akan digusur. Sehingga Tommy nilai yang diberikan menjadi keputusan sepihak penggusur.

’’Yang paling penting, tidak bisa menghilangkan perbuatan yang tidak benar, memalsukan, mengkondisikan, berkeadaan palsu, menjadi hapus dengan atas nama kepentingan rakyat,’’ pungkasnya.

Seperti diketahui, Tommy Soeharto menggugat atas hak tanah dan bangunan miliknya yang digunakan untuk proyek pelebaran Tol Depok-Antasari (Desari). Gugatan ini sudah masuk Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 35/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL.

Dalam perkara ini, Tommy menggugat 5 pihak. Yakni Kantor Pertanahan Jakarta Selatan, Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalan Tol Desari, Stella Elvire Anwar Sani, Pemerintah Wilayah Kecamatan Cilandak, dan PT Citra Wapphutowa.

Berdasarkan data di laman resmi Pengdilan Negeri Jakarta Selatan, kasus ini terrkait dengan ganti rugi atas tanah dan bangunan milik Tommy yang dipakai untuk proyek Tol Desari. Dengan rincian bangunan kantor (1.034 m2), bangunan pos jaga (15 m2), bangunan garasi (57 m2) beseta sarana pelengkap dan tanah seluas 922 m2.

Total ganti rugi materiil dan immateriil yang digugat kepada kelima tergugat senilai Rp 56.670.500.000. Tergugat II dihukum melaksanakan pembayaran penggantian kerugian materiil kepada Tommy sejumlah Rp 34.190.500.000. Uang tersebut dibayarkan kepada Tommy selambat-lambatnya 7 hari sejak perkara ini diputus.

Adapun rincian dari Rp 34.190.500.000 yaitu tanah senilai Rp 28.858.600.000 dengan luas 922 m2, atau setara Rp 31,3 juta permeternya. Kemudian biaya pengganti baru terhadap bangunan yang di gusur senilai Rp 5.075.100.000, terdiri dari bangunan kantor 1.034 m2 dengan harga permeter Rp 4.700.000, bangunan pos jaga 15 m2 dengan harha permeter Rp 2.993.333,33, dan garasi 57 m2 dengan harga permeter Rp 2.989.473,68.

Selanjutnya, biaya pengganti terhadap sarana pelengkap senilai Rp 256,8 juta dengan rincian biaya pengganti baru listrik PLN 8.800 watt, air sumur 1 Unit, pagar depan terbuat dari bata-bata diplester diaci dan dicat dengan pondasi beton bertulang tinggi lebih dari 2 Meter seluas 91 m2, dan halaman depan terbuat dari konblok seluas 531 m2.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar