Astaga! Bukan Melayani, Oknum Polisi ini Malah Bunuh 2 Warga Komplain

Minggu, 28/02/2021 18:00 WIB
Ilustrasi pembunuhan  (Liputan6)

Ilustrasi pembunuhan (Liputan6)

law-justice.co - Aipda Roni Syahputra beraktivitas biasa seolah tak pernah terjadi apa-apa. Padahal, dia telah membunuh dua gadis di hotel melati di Padangbulan. Polisi ini sempat mencuci mobil Avanza yang dibawanya menjemput korban.

Aipda Roni Syahputra ditangkap 2 hari usai kejadian penemuan mayat 2 wanita yang dibunuhnya pada Senin (22/2/2021).

Aipda Roni Syahputra ditangkap pada Rabu (24/2) malam di kediamannya di Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan.

Tetangga Aipda Roni Saputra di Medan Marelan mengaku sangat terkejut mendengar kabar bahwa Aipda Roni Syahputra jadi pelaku pembunuhan.

“Ya kagetlah kita bang, yang namanya polisi seharusnya mengayomi,” ujar wanita tersebut, Sabtu (27/2/2021).

Wanita pemilik warung kelontong tersebut mengatakan, dua hari setelah kejadian atau hingga Rabu, Aipda Roni masih beraktivitas seperti biasa.

Tidak ada gelagat mencurigakan, bahkan masih mencuci mobil miliknya jenis Avanza silver pada Rabu siang.

Mobil Avanza ini lah yang diduga digunakan pelaku menjemput korban sekaligus juga membawa jasad kedua korban usai dibunuh.

“Siangnya dia masih cuci mobil, malamnya sekitar jam 12.00 ditangkap polisi,” ujar wanita berusia 50 tahun itu seperti dilansir tribunmedan.

Sejak kejadian pembunuhan pada Minggu hingga Senin, istri tersangka jarang terlihat keluar dari rumah. Dan selama ini juga keluarga ini jarang terlihat keluar rumah dan bersosialiasi dengan warga.

“Polisi juga ada tadi, mereka memfoto-foto rumah itu dan menanyai kami apakah ada orang di dalam,” ujar wanita yang meminta identitasnya tak ditulis ini.

“Dia kurang bersosialisasi, yah paling kalau pulang kerja dia, di rumah aja enggak pernah keluar gabung-gabung sama tetangga. Enggak pernalah pokoknya,”ujar Rudi, tetangga pelaku lainnya.

Slamet Riadi (32), tetangga pelaku yang juga tinggal di depan rumah tersangka mengatakan hal serupa.

“Enggak pernah duduk-duduk di sini,” ujar Slamet.

Aipda Roni Syahputra, dulunya bertugas di Polsek Balige Polres Tobasa, Sumut. Dua tahun belakangan, Aipda Roni pindah tugas ke Polres Belawan.

Oknum polisi yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan berinisial Aipda RS ditetapkan tersangka atas kasus pembunuhan. Adapun korbannya adalah dua orang wanita muda berinisial RP (21) dan SNT (16), warga Lorong VI, Veteran Bagan Deli, Kecamatan Medan Melawan, Kota Medan.

Kasubdit Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, kasus pembunuhan itu berawal dari masalah sepele, yaitu korban RP yang merupakan pekerja harian lepas (PHL) di Polres Pelabuhan Belawan dilarang tersangka saat hendak menitipkan barang di sel tahanan. "Pada hari Sabtu (20/2/2021) si perempuan (RP) menitip barang ke sel tahanan. Karena sudah malam tidak boleh sesuai aturan, dilarangnya," katanya dilansir dari Kompas, Minggu (28/2/2021)

Karena masalah tersebut korban berusaha komplain hingga akhirnya cekcok dengan tersangka tak terhindarkan. " Komplain lah dia. Kenapa tak bisa, Bang, begini begitu, masak tak bisa minta tolong. Itu lah sakit hatinya," katanya. Dibunuh di hotel Merasa tersinggung dengan ucapan korban, pada keesokan harinya lalu tersangka mengajak korban ketemuan di salah salah satu hotel di Jalan Jamin Ginting.

Alasan pelaku saat itu ingin berusaha menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya. "Kita selesaikan lah baik-baik, kemarin yang ribut, yang cekcok. Dijanjikanlah, kau sini biar kita selesaikan," katanya menirukan perkataan pelaku. Korban saat itu menuruti permintaan pelaku. RP lalu datang ke hotel tersebut bersama dengan rekan perempuannya berinisial SNT (16).

Namun, saat berada di kamar hotel tersebut percekcokan kembali terjadi antara pelaku dengan korban. Diduga karena emosi, pelaku lalu mencekik korban hingga tewas. Untuk menghilangkan jejaknya itu, pelaku juga membunuh rekan perempuan korban di lokasi yang sama.

Jenazah dibuang secara terpisah Setelah kedua korban telah tewas, pelaku lalu membawa jenazahnya dan dibuang di dua lokasi berbeda. Jasad RP dibuang di pinggir Jalan Lintas Sumatera Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai. Sedangkan jasad SNT dibuang di Jalan Budi Kemasyarakatan Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat.

Kasus tersebut terungkap setelah jenazah kedua korban ditemukan warga sekitar pada Senin (22/2/21). Mendapat laporan itu, pihaknya langsung melakukan pendalaman penyelidikan. Hasilnya, pada Rabu (24/2/2021) pelaku diringkus polisi.

Dari hasil pemeriksaan tersebut pelaku mengakui perbuatannya dan pembunuhan tersebut ternyata telah direncanakan. "( Pembunuhan itu) tentunya direncanakan. Makanya satu dibawa ke Sergai satu di Pulo Brayan. Mungkin menghilangkan jejaklah. Macam itulah. Saat ini tersangka masih diperiksa, pengembangan, masih ditahan di polda," ujarnya

 

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar