Terkenal karena Super Kaya, Ini Daftar Crazy Rich di Indonesia

Sabtu, 27/02/2021 14:15 WIB
Crazy Rich Indonesia, Claudia Sondakh (kiri) (bisnis)

Crazy Rich Indonesia, Claudia Sondakh (kiri) (bisnis)

Jakarta, law-justice.co - Istilah crazy rich kerap terdengar akhir-akhir ini. Hal itu menyusul banyaknya orang kaya Indonesia yang memiliki harta berlimpah. Dan bahkan diprediksi jumlahnya akan terus bertambah.

Berdasarkan data Knight Frank Wealth Report 2021, jumlah peningkatan tahunan orang super kaya di Indonesia akan naik 67% dalam lima tahun ke depan sampai 2025.

Lantas siapa saja orang yang dianggap sebagai crazy rich di Indonesia?

Laporan South China Morning Post September lalu, menyebut mereka yang masuk kategori super kaya ini mulai dari Claudia Sondakh dengan bisnis Plentyfull, Felicia Kawilarang Aluwi dengan perusahaan Halodoc, serta Arya Bakrie. Selain terlibat bisnis, mereka juga mewarisi kekayaan keluarga.

Claudia Sondakh menjalankan bisnis Plentyfull di Singapura. Sebelum berkecimpung di restoran. Dia juga pernah turun dalam bidang fashion.

Karirrnya di sejumlah bidang, tertopang berkat ayahnya Peter Sondakh dan suaminya Evan Kwee. Demikian dikutip dari BBC Indonesia, Sabtu (27/2/2021).

Sementara Arya Bakrie, keponakan Aburizal Bakrie, dengan kekayaan USD2,1 miliar, adalah direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Kenaikan orang super kaya sebesar 67% ini adalah yang tertinggi, bukan hanya di Asia tetapi di seluruh dunia.
Setelah Indonesia, jumlah orang super kaya yang meningkat, terjadi di India, dengan kenaikan tahunan 63%. Hal itu menempatkan dua negara Asia di posisi teratas.

Polandia, Swedia, Prancis dan Selandia Baru menduduki tempat ketiga sampai keenam. Sementara China daratan berada di tempat ketujuh, dengan kenaikan orang super kaya sebesar 46%.

Berdasarkan kawasan, Asia memimpin dengan jumlah individu yang sangat kaya diperkirakan berjumlah 39% dalam lima tahun sampai 2025, disusul dengan Afrika dengan kenaikan 33%.

Perkiraan kenaikan di tingkat global adalah 27% dengan jumlah untuk Amerika Utara, Timur Tengah, Amerika Latin dan Eropa berkisar antara 23%-25%.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar