MUI Desak Jokowi Ditahan seperti Habib Rizieq

Kamis, 25/02/2021 21:41 WIB
Wakil Ketua MUI Anwar Abbas minta polisi tahan Presiden Jokowi seperti halnya Habib Rizieq Shihab  (Foto: Gatra)

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas minta polisi tahan Presiden Jokowi seperti halnya Habib Rizieq Shihab (Foto: Gatra)

Jakarta, law-justice.co - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi ditahan karena telah melanggar protokol kesehatan dengan menimbulkan kerumunan massa
saat melakukan kunjungan kerja di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya, peristiwa tersebut sama dengan yang dialami oleh Habib Rizieq Shihab yang kini sudah ditahan oleh polisi.

“Masalahnya, Pak Jokowi juga sudah melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Habib Rizieq,” kata Wakil Ketum MUI Anwar Abbas dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Ia mengatakan, kasus kerumunan Presiden Jokowi terjadi saat melakukan kunjungan kerja. Sementara, kasus kerumunan Habib Rizieq terjadi saat acara keagamaan.

Menurutnya, pelanggaran protokol kesehatan (prokes) itu juga sama-sama dilakukan oleh dua tokoh yang mempunyai pengaruh besar di tengah masyarakat. Karena itu, Anwar berharap pihak kepolisian bisa bertindak adil secara hukum dalam memperlakukan kedua kasus tersebut.

Anwar kemudian menganalogikan kasus kerumunan kedua tokoh tersebut. “Kalau Habib Rizieq ditahan karena tindakannya, maka logika hukumnya, supaya keadilan tegak dan kepercayaan masyarakat kepada hukum dan para penegak hukum bisa tegak,” jelasnya.

Begitu juga dengan orang nomor satu di Indonesia itu, harus pula ditahan sebagaimana Habib Rizieq Shihab.

“Maka Presiden Jokowi tentu juga harus ditahan,” kata Anwar.

Kendati demikian, lanjut Anwar, akan ada konsekuensi sangat besar jika presiden ditahan. Hal itu berkenaan dengan keberlangsungan pemerintahan dan negara.

“Tapi kalau Presiden Jokowi ditahan, negara bisa berantakan,” tegasnya.

Sedangkan ditahannya Habib Rizieq, sambungnya, membuat ummat juga menjadi berantakan. “Padahal kita tidak mau bangsa dan negara serta rakyat dan ummat kita berantakan,” tutupnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar