Bela Jokowi soal Kerumunan, Dokter Tirta Disindir Mau Jadi Komisaris

Kamis, 25/02/2021 12:33 WIB
Dokter Tirta minta vaksin Covid-19 asal China disuntuk ke pejabat terlebih dahulu (Tribunnews)

Dokter Tirta minta vaksin Covid-19 asal China disuntuk ke pejabat terlebih dahulu (Tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Pegiat Media Sosial, Mustofa Nahrawardaya kembali membuat sebuah cuitan yang menarik perhatian publik.

Setelah sebelumnya mengunggah ulang video Mahfud MD yang mengultimatum pejabat publik tentang kerumunan massa, kini Mustofa menyindir dokter Tirta.

Dalam sebuah cuitan yang diunggah Rabu (24/2/2021), Mustofa mengomentari sebuah artikel berita yang membahas soal tanggapan dokter Tirta terhadap kerumunan massa penyambut Jokowi di NTT.

Ia lantas menyindir dokter Tirta dengan menanyakan sisa kursi komisaris.

"Ada sisa kursi Komisaris?" tulis Mustofa.

Sebelumnya, lewat sebuah video yang diunggah di beberapa akun media sosialnya, dokter Tirta menanggapi kerumunan massa di NTT saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja.

Dokter Tirta menyebut, kerumunan di NTT terjadi sebagai bentuk antusiasme warga terhadap sosok Presiden Jokowi. Menurutnya, penerapan sanksi kerumunan tak relevan diterapkan pada kasus ini.

“Pak presiden sudah edukasi dan apresiasi, agar tetap memakai masker, karena terlalu banyak (massa) sampai nggak bisa membubarkan. Di salah satu video pun sedan beliau dikerumuni banyak orang," ujar dokter Tirta dalam videonya.

“Pak Presiden nggak pernah ajak mereka datang. Tapi ini evaluasi dan refleksi bagi tim protokoler agar hati-hati atur agenda bapak presiden di lapangan," lanjutnya.

“Penerapan sanksi kerumunan nggak relevan diterapkan,” ujarnya.

Menanggapi cuitan Mustofa, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Beberapa dari mereka tampak menjawab pertanyaan yang ditulis oleh Mustofa.

"Kayaknya sudah cucok jadi Komut," tulis warganet dengan akun @Putra_Adi***.

"Staf khusus menkes," tulis warganet dengan akun @Ridho0202****.

"Kalau kursi Komisaris @tirta_hudhi pasti gak tertarik karena beliau lebih tertarik jadi politikus melalui statementnya, `Orang yang mencla-mencle pantas jadi politikus`," tulis warganet dengan akun @embrio***.

"Bosan Menjadi Reseller dan Pemilik Bisnis Cuci Sepatu, Pemuda ini Berusaha Menjadi Komisaris BUMN," sindir @flame****.

 

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar