Tembak Anggota TNI usai Cekcok saat Mabuk, Bripka CS Jadi Tersangka

Kamis, 25/02/2021 11:55 WIB
Polda Metro Jaya merilis penembakan di Cengkareng oleh oknum polisi. (Yogi/detikcom)

Polda Metro Jaya merilis penembakan di Cengkareng oleh oknum polisi. (Yogi/detikcom)

Jakarta, law-justice.co - Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya), Irjen M Fadil Imran mengatakan pelaku penembakan di sebuah kafe Cengkareng, Jakarta Barat, adalah Bripka CS.

Dalam insiden penembakan ini tiga orang tewas, termasuk di antaranya seorang Anggota TNI AD.

"Tersangka Bripka CS kejadian tadi pagi di Cengkareng sekitar pukul 04.00 WIB," kata Fadil dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (25/2).

Fadil menyatakan Bripka CS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 338 KUHP. Ia memastikan proses hukum terhadap pelaku sudah berjalan sejak pagi tadi.

"Saya ulangi kepada tersangka sudah diproses langsung pagi hari ini juga," ujarnya.

Jenderal bintang dua itu mengatakan pihaknya akan menegakkan hukum secara adil. Ia juga akan memproses pidana serta kode etik yang bersangkutan.

"Tersangka juga akan diproses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri," katanya.

Disisi lain, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyatakan pelaku penembakan tiga orang di sebuah Kafe Cengkareng, Jakarta Barat, melakukan penembakan dalam kondisi mabuk. Salah satu korban tewas penembakan adalah seorang anggota TNI AD.

Dia membeberkan kejadian penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi Bripka CS terhadap personel TNI berinisial S di kafe tersebut, Kamis (25/2).

Penembakan itu berawal saat keduanya terlibat cekcok di lokasi kejadian ketika kafe hendak tutup. Saat itu, Bripka CS yang dalam kondisi mabuk langsung mengeluarkan tembakan dengan senjata yang dimilikinya kepada para korban.

"Sekitar pukul 4 kafe akan tutup saat akan bayar terjadi cekcok antara tersangka dan pegawai. Dengan kondisi mabuk, CS mengeluarkan Senpi dan menembak, tiga meninggal dunia dan satu di rumah sakit," kata Yusri dalam konferensi persnya, Kamis (25/2).

Yusri mengatakan Bripka CS mengunjungi kafe tersebut sekitar pukul 02.00 WIB. Di tempat tersebut, Bripka CS melakukan kegiatan minum-minum. Sementara itu, kejadian penembakan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB jelang kafe tersebut tutup.

Menurut Yusri terdapat tiga korban jiwa meninggal dunia dan satu orang mengalami luka atas insiden tersebut.

Ia menjelaskan personel TNI berinisial S, pegawai kafe berinisial FS dan M meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu orang berinisial H masih dirawat di rumah sakit sampai saat ini.

"Ini sementara jenazah masih di RS Polri, rencanannya selesai penanganan di RS baru akan diambil oleh keluarga korban," kata dia.

Sebelumnya, insiden penembakan terjadi di sebuah kafe Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam insiden itu, tiga orang tewas. Salah satu korban tewas merupakan anggota TNI AD.

Berdasarkan laporan, peristiwa ini bermula ketika pelaku yang diduga anggota polisi ditagih membayar minuman sebesar Rp3,3 juta. Namun pelaku tak mau membayar.

S yang bertugas sebagai keamanan menegur pelaku. Adu mulut antara mereka berdua tak terhindarkan. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api. Pelaku langsung menembakkan ke tiga korban secara bergantian.

"Kemudian pelaku keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan di jemput temannya dengan menggunakan Mobil dan pelaku sudah di amankan di Polsek Kalideres Jakarta Barat," demikian laporan tersebut.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar