SBY Sebut Demokrat Diserang saat Beda Sikap dengan Pemerintahan Jokowi

Kamis, 25/02/2021 05:58 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Politiktoday.com)

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Politiktoday.com)

Jakarta, law-justice.co - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa partainya selalu mendapat serangan saat menyatakan sikap yang berbeda dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

SBY mengklaim Demokrat selalu tampil menyampaikan aspirasi dan harapan rakyat. Namun, jalan yang ditempuh Demokrat saat ini tidak mudah.

"Setiap Demokrat tampil dan menyampaikan sikapnya yang memang tidak selalu sama dengan sikap pemerintah dan juga sikap koalisi pemerintahan, kita segera mendapatkan serangan yang keras, masif, dan sistematis dari mereka-mereka yang tidak jelas jati dirinya," kata SBY dalam video.

SBY menyampaikan Demokrat memilih berada di luar koalisi pemerintahan Jokowi. Keputusan itu menjadi tantangan bagi Demokrat dalam perjuangan.

Presiden keenam RI itu berkata beberapa kali Demokrat harus mengalami kekalahan, termasuk di parlemen. SBY mengatakan kekuatan Demokrat saat ini tak sebanding dengan koalisi gemuk pemerintahan.

"Sebagai partai politik yang berada di luar pemerintahan, tidak berada dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi yang sangat kuat, kita tidak mungkin bisa mengimbanginya," ujarnya.

Meski begitu, ia coba melecut semangat kader Demokrat. Ia berdoa agar kesabaran, ketegaran, dan semangat pantang menyerah para kader membuahkan hasil manis bagi Demokrat di masa mendatang.

"Sepanjang yang kita perjuangkan itu merupakan aspirasi rakyat, dan kemudian kita lakukan secara damai dan konstitusional, tidak punya niat untuk menjatuhkan pemerintah yang sah, kita tidak akan pernah merugi," tuturnya.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar