Anjuran Satgas Covid-19, Pakai Masker Dua Lapis: Masker Medis dan Kain

Minggu, 21/02/2021 19:40 WIB
Ilustrasi pengunaan masker (Foto:Klikdokter.com)

Ilustrasi pengunaan masker (Foto:Klikdokter.com)

Jakarta, law-justice.co - Masyarakat saat ini diwajibkan untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah selama pandemi corona. Tak sedikit di antara mereka memilih menggunakan masker kain karena lebih nyaman digunakan dan bisa dipakai berulang kali.

Namun, Ketua Subbidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Dokter Lia G Partakusuma mengingatkan agar masker yang dipakai memiliki tiga lapisan sesuai SNI. Bahkan kalau bisa dilapisi oleh masker medis.

"Masyarakat juga jangan pakai yang satu lapis saja. Bahkan sekarang ini CDC menganjurkan menggunakan masker bedah, masker medis kemudian ditambah lagi dengan masker kain. Ya walaupun jadi lebih susah bicara," kata Lia dalam talk show BNPB, Minggu (21/2/2021).

CDC (Center for Disease Control and Prevention) ialah lembaga kesehatan masayarakat yang ada di AS. Lembaga ini berada di bawah Departemen Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan AS.

Bukan tanpa alasan pelapisan masker itu dinilai lebih aman. Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting dalam acara yang sama menjelaskan efektivitas setiap masker yang ada.

"Dia (masker medis) punya kemampuan untuk menyaring partikel virus itu 0.1-0.3 mikron antara 70-80 persen. Sementara kalau masker kain rata-rata antara 40-45. Tapi kalau dia pakai N95 dia akan bisa saring virus yang partikelnya 0.1-0.3 itu lebih dari 95 persen," kata Alexander.

Begitupun dengan kemampuan menyaring bakteri, masker kain hanya mampu menyaring partikel lebih dari 3 mikron sebanyak 60-80 persen. Sedangkan masker medis mampu menyaring 80-95 persen. Sementara masker N95 daya saringnya mencapai 99 persen.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar