Barcelona Beda Pendapat: Dukung Koeman atau Xavi Sebagai Pelatih

Sabtu, 20/02/2021 11:41 WIB
Xavi Hernandez dirumorkan kembali ke Barcelona menggantikan Valverde (Foto: Marca)

Xavi Hernandez dirumorkan kembali ke Barcelona menggantikan Valverde (Foto: Marca)

law-justice.co - Kekalahan dari Paris Saint Germain di leg pertama babak 16 besar Liga Champions membuat dukungan fans terhadap kursi kepelatihan terbagi dua, antara mendukung Ronald Koeman atau memberi kesempatan pada Legenda Xavi Hernandez.

Marca melakukan survei terhadap 60.000 penggemar Barcelona terkait pilihan tersebut. Sebanyak 44% memilih untuk mendukung Ronald Koeman, sedangkan 45% mendesak agar Xavi kembali ke Camp Nou. Julian Nagelsmann memiliki opsi lainnya sebanyak 11%suara.

Setelah kekalahan telak tersebut, Koeman mengatakan bahwa Barcelona saat ini sedang berada di tengah jalan untuk masa transisi. Artinya, mungkin tidak ada garansi gelar yang akan diraih hingga akhir musim.

Barca saat ini tertinggal 8 poin di belakang Atletico Madrid dalam perburuan gelar La Liga. Blaugrana juga kalah 0-2 di leg pertama semi fina Copa Del Rey. Di Liga Champions, skor 1-4 sepertinya mustahil untuk dibalikkan dalam laga leg kedua di Prancis.

"Kami setengah jalan, dalam transisi," kata Koeman, dilansir dari Marca.

Koeman yakin Barcelona akan kembali seperti semula, tapi dia butuh pemain baru yang datang secara gratis: Eric Garcia, Memphis Depay, dan Georgino Wijnaldum.

Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan FIFA baru-baru ini, Xavi kembali menegaskan ambisinya untuk melatih Barcelona.

"Saya tidak ingin menyembunyikan bahwa saya ingin melatih Barcelona, tapi saya sangat menghormati Koeman," kata Xavi.

Secara kualitas kepelatihan, Xavi mungkin jauh di bawah Koeman. Tapi kandidat Presiden Barca memikirkan kelanjutan karir bintang mereka, Lionel Messi. Messi berada di ambang keputusan untuk tetep berada di Camp Nou atau hengkang secara gratis musim depan.

Calon presiden Victor Font mengatakan, jika dia terpilih, posisi Koeman kemungkinan besar akan diganti. Sementara dua kandidat lainnya, Joan Laporta dan Toni Freixa, memilih tetap percaya pada pelatih asal Belanda tersebut.

Nasib Koeman mungkin akan sama dengan Frank Rijkaard karena menangani klub di masa transisi. Frank Rijkaard harus berjuang di musim pertamanya tanpa gelar, namun pada musim kedua berhasil mempersembahkan La Liga dan Liga Champions.

Ada banyak kesamaan antara musim pertama Joan Laporta sebagai presiden dengan Rijkaard sebagai pelatih. Laporta berencana tetap mempercayakan Koeman untuk membentuk tim, sembari menunggu Xavi matang sebagai pelatih. Seperti yang dia lakukan terhadap Pep Guardiola.

(Januardi Husin\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar