Bongkar King Maker di Kasus Pinangki, Kejagung Siap Bantu KPK

Selasa, 09/02/2021 22:54 WIB
Kejagung siap bantu KPK ungkap king maker dalam kasus jaksa Pinangki (pikiran-rakyat)

Kejagung siap bantu KPK ungkap king maker dalam kasus jaksa Pinangki (pikiran-rakyat)

Jakarta, law-justice.co - Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat telah memvonis terdakwa Pinangki Sirna Malasari dengan pidana penjara selama 10 tahun. Dalam perisdangan juga, hakim menilai Jaksa Pinangki masih melindungi `king maker` yang terlibat dalam kasus tersebut.

Terkait fakta yang diungkapkan dalam persidangan itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap sosok `king maker` tersebut. Namun, hasilnya tak ada.

"Sebetulnya sudah, tapi kan tergantung sama dia, yang tahu kan dia, dia kan sampai di pengadilan tutup mulut kan," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Ali Mukartono di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Ali menerangkan sosok `king maker` itu sejatinya telah dilaporkan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Untuk itu, sebut Ali, Kejagung menyerahkan sepenuhnya penyelidikan sosok `king maker` itu ke KPK.

"Yang kedua, seinget saya oleh Boyamin (MAKI) dilaporkan ke KPK, biarlah yang tindaklanjuti sesuai laporan itu aja, tidak dilaporkan ke tempat kita," tuturnya.

Ali mengatakan pihaknya bersedia memberikan data ke KPK jika dibutuhkan. Ali mempersilakan KPK untuk mengusut sosok `king maker` itu.

"Silakan saja, dia kan berwenang juga, oleh MAKI dilaporkan ke sana (KPK) juga ya, biarkanlah. Kita bantu (data) kalau minta dibantu," katanya.

Diketahui, wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyebut KPK akan terbuka untuk mengusut sosok `king maker` dalam kasus suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) yang menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari. Ghufron menyebut KPK akan mendalami putusan persidangan terlebih dahulu.

"Kalau ada dugaan-dugaan tindak pidana korupsi lain yang belum diungkapkan, tentu kami sangat terbuka. Tapi tentu kami akan menunggu dari hasil putusan dulu sejauh mana kemungkinan itu," kata Ghufron kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/2).

Dia menegaskan KPK akan mendalami terlebih dahulu putusan persidangan untuk kemudian bisa mengambil sikap. Hal tersebut semata-mata karena perkara Pinangki ditangani oleh Kejagung.

"Memungkinkan begitu (mengusut kasus) sepanjang kemudian ada alat bukti yang mendukung," ucap Ghufron.

Sosok `king maker` tersebut terungkap dalam sidang pembacaan putusan terhadap Pinangki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2). Hakim menyebut Pinangki berencana kerja sama dengan `king maker` membebaskan Djoko Tjandra.

Sosok `king maker` dalam kasus suap fatwa MA Djoko Tjandra hingga kini belum terungkap. Majelis hakim mengatakan sosok itu memang ada, namun tidak bisa terungkap dalam persidangan.

"Menimbang bahwa berdasarkan bukti elektronik berupa komunikasi chat menggunakan aplikasi WA yang isinya dibenarkan oleh terdakwa, saksi Anita Kolopaking, serta keterangan saksi Rahmat, telah terbukti benar adanya sosok king maker," kata hakim Ignasius Eko Purwanto.

"Menimbang bahwa majelis hakim telah berupaya menggali siapa sosok king maker tersebut dengan menanyakannya kepada Terdakwa dan saksi Anita karena diperbincangkan dalam chat dan disebut oleh Terdakwa pada pertemuan yang dihadiri oleh terdakwa, saksi Anita, saksi Rahmat, dan saksi Djoko Tjandra pada November 2020, namun tetap tidak terungkap di persidangan," jelas hakim.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar