Bulog akan Impor 80.000 Ton Daging Kerbau dari India, Ini Alasannya

Rabu, 03/02/2021 22:53 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso ungkap alasan impor daging kerbau sebanyak 80.000 ton dari India (Foto: Detik)

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso ungkap alasan impor daging kerbau sebanyak 80.000 ton dari India (Foto: Detik)

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah melalui Perum Bulog akan melakukan impor daging kerbau sebanyak 80.000 ton dari India pada tahun 2021. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan daging di Indonesia.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menuturkan, India dipilih lantaran sudah terjalin kerjasama dengan Indonesia sebelumnya. Selain itu daging kerbau dari sana juga telah mendapatkan sertifikat dan ketetapan halal.

"Daging dari India bukan berarti dari negara lain nggak bisa. Jadi karena yang sudah kerja sama dengan kita itu India, ada unsur sudah dapat lisensi dan brand halal itu, jadi India itu yang sudah kontrak sama kita," kata Budi Waseso saat diskusi daring Bulog pada Rabu (3/2/2021).

Adapun impor nantinya akan dilakukan secara bertahap melihat dari kebutuhannya. Hal tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas daging lokal di pasar. Dimana Buwas tak ingin adanya daging kerbau impor malah membuat anjlok harga daging lokal di pasaran. Pemenuhan ketersediaan daging juga dilakukan dalam antisipasi pemenuhan permintaan daging pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

"Sekarang pasarnya daging kerbau ini masyarakat ini sudah familiar, yang dulunya daging kerbau ini sulit dipasarkan dikonsumsi masyarakat karena masih belum terbiasa, sekarang pasarnya konsumsi masyarakat dengan daging kerbau sudah biasa sehingga ini bisa menekan dari harga daging sapi," kata Budi Waseso.

Adapun siapa yang akan menjadi supplier daging kerbau dari India, Bulog belum melakukan lelang. Saat ini administrasi lelang sedang diurus yang ditindaklanjuti dengan undangan terbuka kepada para calon supplier daging kerbau.

Selain adanya penugasan impor daging kerbau, Budi Waseso juga mengungkapkan ada penugasan juga impor 20.000 ton daging sapi dari Brazil. Hanya saja untuk penugasan impor daging sapi tersebut tidak diberikan kepada Bulog.

"Daging sapi Brazil 20.000 ton bukan kepada Bulog. Kemaren ada 80.000 itu daging kerbau penugasan kepada Bulog, yang 20.000 daging sapi brazil ngga tahu siapa yang dapet," jelasnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar