Pemerintah Masih Negosiasi Soal Pengadaan 334 Juta Dosis Vaksin Covid

Minggu, 31/01/2021 14:50 WIB
Vaksin Covid-19 Sinopharm (CNN)

Vaksin Covid-19 Sinopharm (CNN)

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah sedang berusaha untuk merealisasikan 28 persen dari total vaksin Covid-19 yang masih dalam tahap negosiasi dengan produsen untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 dalam negeri tahun ini.

Proses pengadaan sendiri memasuki meja negosiasi dengan PT Bio Farma (Persero) selaku negosiator. Namun, hingga kini belum ada perkembangan lebih lanjut dari proses negosiasi tersebut.

Berdasarkan data perencanaan pengadaan vaksin Covid-19 PT Bio Farma, total vaksin yang masih bersifat potensi atau pun dalam tahap negosiasi berjumlah 334 juta dosis dari sejumlah produsen, antara lain Sinovac, Novavax, Pfizer BioNTech, AstraZaneca, dan COVAX/GAVI. Target pengadaan dilakukan paling lambat kuartal I/2021.

Data yang sama menunjukkan jumlah dosis vaksin Covid-19 yang sudah dalam status firm order jumlahnya baru 329,50 juta dosis.

Dengan kata lain, diperlukan sekitar 96 juta dosis vaksin untuk mencapai target pemerintah dalam mengimunisasi vaksin Covid-19 kepada 181,5 juta populasi dalam waktu 1 tahun.

Juru bicara pemerintah dari Kementerian Kesehatan untuk penanganan pandemi Covid-19 Siti Nadia Tarmidzi menuturkan proses pengadaan 96 juta dosis vaksin masih berlangsung di meja negosiasi sampai dengan akhir pekan lalu.

“Masih dinegosiasikan dengan produsen-produsen vaksinnya oleh PT Bio Farma Persero,” ujar Nadia seperti dilansir dari Bisnis Indonesia, akhir pekan lalu.

Walau begitu, pemerintah optimistis bisa memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 agar sesuai dengan target yang ditelah diperhitungkan.

Dia juga menambahkan berbagai upaya melalui diplomasi baik secara bilateral maupun multilateral akan dilakukan oleh pemerintah demi mencapai target tersebut.

Dari 334 juta dosis vaksin yang potensial ataupun masih dalam fase negosiasi antara pemerintah dan produsen, sebanyak 100 juta berasal dari Sinovac, 80 juta dari Novavax, 54 juta dari aliansi Covax/GAVI, 50 juta AstraZaneca, dan 50 juta dari Pfizer BioNTech.

Terkait dengan penundaan pengadaan vaksin oleh Pfizer BioNTech dalam level global ke Roma, Italia, pada pekan lalu, sejauh ini belum ada informasi mengenai dampak dari hal tersebut terhadap pengadaan vaksin di Tanah Air.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:




Berita Terkait

Komentar