Anjlok Terus, Putra Jokowi Bilang IHSG Punya Utang 4 Kali Naik

Selasa, 26/01/2021 23:09 WIB
Kaesang Putra Jokowi sebut IHSG punya utang 4 kali naik karena anjlok terus (Wow Keren)

Kaesang Putra Jokowi sebut IHSG punya utang 4 kali naik karena anjlok terus (Wow Keren)

Jakarta, law-justice.co - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus anjlok selama empat hari berturut-turut. Seperti pada Selasa (26/1/2021) hari ini, IHSG dibuka memerah di level 6.250 akibat melemah 7 poin atau 0,12 persen dibanding perdagangan sebelumnya.

Kondisi semakin terpuruk ketika IHSG ditutup di level 6.140 pada perdagangan hari ini. Terkait situasi ini, putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep menyampaikan komentar lucu.

Dalam cuitannya di akun @kaesangp, dia mengatakan bahwa setelah melemah selama empat hari berturut-turut, IHSG memiliki utang untuk menguat sebanyak empat kali pula.

"4 hari udah turun terus, berarti IHSG utang 4x naik #Yudhamology," cuit Kaesang.

Sontak, cuitan Kaesang itu pun direspons oleh banyak netizen dengan komentar mengamini pelemahan IHSG yang terjadi selama empat hari berturut-turut ini. Salah satunya yakni dari akun @enypiskitasari, yang mengaku tak berani membuka portofolio saham-saham pilihannya dalam waktu sepekan terakhir.

"Udah seminggu gak berani buka portofolio, takut imanku gak kuat melihat lengsernya porto, untung aku tujuan investasi jangka panjang, anggep gak ada apa-apa," cuitnya di kolom komentar.

Diketahui, laju IHSG hari Ini, cenderung bergerak di zona merah sejak awal perdagangan. Hingga akhirnya IHSG pun ditutup di zona merah pada level 6.140 pukul 15.15 WIB.

IHSG terpantau ditutup anjlok cukup signifikan sebesar 118,4 poin atau 1,89 persen, meskipun sempat berada di posisi tertinggi pada level 6.269 dan titik terendahnya di level 6.123. Usai ditutup, IHSG mencatat bahwa ada 94 saham naik dan 395 saham turun.

Selain itu, terdapat 138 saham yang nilainya tidak berubah dan 94 saham lain yang terpantau tidak ada perdagangan. Pada penutupan hari ini, semua sektor berada di zona merah dengan penurunan terbesar diduduki oleh sektor properti sebesar 11,1 poin atau 2,90 persen.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar