Jawaban Kepsek Terkait Siswi Nonmuslim yang Diwajibkan Pakai Jilbab

Jum'at, 22/01/2021 20:14 WIB
Ilustrasi Siswi Nonmuslim diwajibkan pakai jilbab (republika)

Ilustrasi Siswi Nonmuslim diwajibkan pakai jilbab (republika)

Padang, Sumbar, law-justice.co - Seorang siswi nonmuslim, Jeni Hia di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat menjadi viral karena diwajibkan memakai jilbab oleh pihak sekolah. Hal itu diketahui dari sebuah video dimana Elianu Hia, orang tua Jenia yang dipanggil untuk menghadap pihak sekolah karena anaknya tak mengenakan jilbab sebagaimana diwajibkan dalam peraturan sekolah.

Elianu dan anaknya, Jeni Hia, menolak mengenakan jilbab karena bukan muslim. Terkait hal itu, pihak sekolah pun memeberikan jawabannya. Menurut Kepala Sekolah SMKN 2 Padang, Rusmadi pihaknya tak mewajibkan siswa nonmuslim untuk menggunakan jilbab.

"Kami tidak mewajibkan siswi nonmuslim untuk menggunakan kerudung seperti informasi yang viral di media sosial," katanya, Jumat (22/1/2021).

Menurutnya, pihak sekolah tidak melakukan pemaksaan, melainkan hanya mengimbau siswa menggunakan kerudung atau jilbab. "Tidak ada paksaan," katanya.

Rusmadi menjelaskan ketentuan penggunaan seragam sekolah. Ketentuan itu telah diatur untuk pakaian apa yang akan digunakan sejak Senin sampai Jumat.

"Kami tidak membedakan siswa muslim dan nonmuslim, kami membuat di dalam aturan itu untuk menggunakan jilbab," lanjutnya.

Sebuah video viral di media sosial, yang memperlihatkan percakapan antara Eliana Hia dan pihak SMK Negeri 2 Padang. Eliana dipanggil pihak sekolah karena anaknya, Jeni Cahyani Hia, tidak mengenakan jilbab. Jeni tercatat sebagai siswi Kelas IX pada Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP)) di sekolah itu. Ia tidak mengenakan jilbab karena bukan muslim.

Sejak di-posting pada Kamis (21/1/2021) kemarin, video yang disebar melalui akun Facebook Eliana Hia itu mendapat 3.400 komentar dan sudah dibagikan 2.300 kali.

Dalam video tersebut, Eliana berusaha menjelaskan bahwa anaknya adalah nonmuslim, sehingga cukup terganggu oleh keharusan untuk mengenakan jilbab.

"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa untuk ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan (sekolah) negeri," kata Eliana mencoba berpendapat.

Pihak sekolah yang menerima kehadiran Eliana menyebut penggunaan jilbab merupakan aturan sekolah. "Menjadi janggal bagi guru-guru dan pihak sekolah, kalau ada anak yang tidak ikut peraturan sekolah. Kan di awal kita sudah sepakat," kata pihak sekolah dalam video tersebut.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar