Waduh! Pengungsi Banjir di Puncak Alami Hipertensi, ISPA dan Diare

Rabu, 20/01/2021 18:07 WIB
Pengungsi banjir bandang Puncak, Bogor, Jawa Barat (Kompas)

Pengungsi banjir bandang Puncak, Bogor, Jawa Barat (Kompas)

Bogor, Jawa Barat, law-justice.co - Ratusan pengungsi korban banjir bandang Kampung Gunung Mas, Puncak, Bogor melakukan pemeriksaan kesehatan di Posko Kesehatan. Rata-rata pengungsi mengalami hipertensi, diare hingga gatal-gatal. Sebagian sempat jalani swab antigen namun hasilnya non reaktif.

Meski demikian, kondisi kesehatan pengungsi di hari kedua terbilang relatif lebih stabil. Hal ini terlihat dari jumlah pengungsi yang melakukan pengecekan kesehatan ke posko kesehatan Polres Bogor dan hasil kunjungan langsung tim kesehatan ke posko pengungsian.

"Kesehatan pengungsi hari ini Alhamdulillah lebih stabil dari kemarin. Karena awal kejadian kemarin kita sebutnya fase akut, jadi di mana orang trauma yang luar biasa kemudian gangguan kesehatannya terganggu. Jadi kemarin itu kami tangani sekitar 211 pasien, dan hari ini yang lakukan pengecekan kesehatan ada 157 pasien," ungkap Paur Kesehatan Polres Bogor ditemui di Posko Kesehatan Polres Bogor di Gunung Mas Puncak Bogor, Rabu (20/1/2021) dilansir dari Detik.com.

Pada hari pertama, kata Elynda, keluhan rata-rata pengungsi di antaranya adalah kesulitas bernapas dan tekanan darah tinggi utuk orang dewasa. Hal itu, diduga karena faktor psikis yang terganggu akibat bencana banjir bandang yang menerjang hunian para pengungsi.

"Keluhan terbanyak untuk dewasa itu hipertensi, karena mungkin kejadian ini mempengaruhi psikis manusia, kemudian diare, batuk pilek dan Ispa. Pada anak-anak tadi keluhannya gatal-gatal ada beberapa minta obat cacing, karena ipsa," kata Elynda.

Elynda menjelaskan, pemeriksaan kesehatan pengungsi menerapkan standar awal penanganan COVID-19. Jika ada pengungsi yang mengalami gejala yang mengarah Covid-19 maka tim kesehatan melakukan rapid tes atau swab antigen di posko kesehatan.

"Kita tetap perhatikan bahwa saat ini masa pandemi, makanya kita sediakan juga alat rapid tes dan swab antigen. Karena apa, di sini risiko penularan juga cukup tinggi, karena mungkin tidak 100 persen melakukan prokes. Kita tetap harus waspada," sebut Elynda.

"Tadi ada beberapa pengungsi yang kita lakukan rapid tes dan swab antigen, karena mereka memiliki gejala yang umum dan mengarah ke covid ya. Tapi hasilnya non reaktif, jadi sejauh ini masih aman," kata Elynda menambahkan.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, posko kesehatan Polres Bogor didirikan di sekitar lokasi pengungsian korban banjir bandang Gunung Mas Puncak Bogor. Para pengungsi saat ini menempati vila-vila milik Agro Wisata Gunung Mas.

"Polres Bogor, kita membuat beberapa posko, salah satunya posko kesehatan yang berada di sekitar posko pengungsian. Sejak awal kejadian, posko kesehatan sudah kita dirikan di sini untuk membantu mengecek kesehatan para pengungsi," kata AKBP Harun ditemui di Gunung Mas Puncak Bogor, Rabu (20/1/2021).

"Tenaga kesehatan kita dari Polres, Paur Kesehatan langsung kita terjunkan disini, dan bekerjasama dengan Puskesmas di Cisarua. Ini kita siagakan sejak kemarin sampai kondisi disini aman, sampai akhir kegiatan disini berakhir," imbuh Harun.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar