Harga Emas Antam Hari Senin Ini Anjlok Lagi, Jadi Segini per Gramnya

Senin, 18/01/2021 11:32 WIB
Harga emas mengalami penguatan seiring dengan pelemahan dolar AS dan peningkatan permintaan di tengah tekanan global. Kenaikan harga emas didorong oleh  kekhawatiran wabah virus corona yang menciptakan kepanikan di kalangan investor. Robinsar Nainggolan

Harga emas mengalami penguatan seiring dengan pelemahan dolar AS dan peningkatan permintaan di tengah tekanan global. Kenaikan harga emas didorong oleh kekhawatiran wabah virus corona yang menciptakan kepanikan di kalangan investor. Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Hari ini, Senin 18 Januari 2021, harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp944 ribu per gramnya.

Harga emas tercatat turun Rp4.000 dari Rp948 ribu per gram pada Sabtu (16/1).

Lalu, harga pembelian kembali (buyback) turun Rp7.000 per gram dari Rp828 menjadi Rp821 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, berikut harga jual emas berdasarkan ukurannya:

0,5 gram senilai Rp522 ribu,
2 gram Rp1,82 juta,
3 gram Rp2,71 juta,
5 gram Rp4,49 juta,
10 gram Rp8,93 juta,
25 gram Rp22,21 juta,
50 gram Rp44,34 juta,
100 gram senilai Rp88,61 juta,
250 gram Rp221,26 juta,
500 gram Rp442,32 juta, dan
1 kilogram Rp884,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX terkoreksi 0,51 persen ke posisi US$1.820,6 per troy ons.

Harga emas di perdagangan spot terkoreksi 0,34 persen ke US$1.822,27 per troy ons pada pagi ini.

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong mengatakan harga emas berpotensi melemah hari ini. Pasalnya, pasar mulai optimis terhadap perekonomian jelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS.

"Emas tertekan jelang inaugurasi Biden. Pasar antusias dan optimistis terhadap pergantian presiden," ujar Lukman seperti melansir cnnindonesia.com.

Menurut Lukman, pelantikan Biden pada Rabu (20/1) nanti, akan membawa sentimen positif untuk aset berisiko seperti dolar AS dan saham. Dengan demikian, pasar akan meninggalkan aset berisiko rendah seperti emas.

"(Proyeksi harga emas internasional hari ini) US$1.800 per troy ons sampai US$1.830 per troy ons," pungkas Lukman.

 

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar