Ngomel-ngomel Tak Ikut Divaksin Duluan, DPR RI Disemprot oleh Rakyat

Minggu, 17/01/2021 13:16 WIB
Presiden Joko Widodo menerima penyuntikan vaksin Covid-19 pertama, di Istana Kepresidenan, Rabu (13/1/2021). Foto Repro Youtube.

Presiden Joko Widodo menerima penyuntikan vaksin Covid-19 pertama, di Istana Kepresidenan, Rabu (13/1/2021). Foto Repro Youtube.

Jakarta, law-justice.co - Beberapa anggota DPR RI mengungkit proses vaksinasi perdana di Istana, Rabu (13/1) lalu.

Wakil rakyat ngomel-ngomel, tidak ada perwakilan DPR yang disuntik vaksin duluan. DPR di-bully karena protesnya ini.

Program vaksinasi nasional dimulai Rabu pagi. Saat itu, Presiden Jokowi menjadi pasien pertama yang disuntik vaksin Corona buatan Sinovac.

Selanjutnya, vaksinasi diikuti Panglima TNI, Kapolri, menteri, perwakilan profesi seperti artis, dokter, perawat dan guru.

Kalangan pemuka agama juga ikut disuntik vaksin di Istana Negara, bareng Jokowi. Mulai dari tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Sementara, perwakilan dari DPR, memang tidak ada yang ikut divaksin perdana.

Hal ini yang kemudian diprotes dua pimpinan Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan. Yakni, Emanuel Melkiades Laka Lena dari Fraksi Partai Golkar dan Nihayatul Wafiroh dari Fraksi PKB.

Melki mengatakan, semestinya pihak yang bersentuhan langsung dengan banyak orang, termasuk anggota DPR, masuk dalam penyuntikan vaksin Covid-19 perdana. Dengan begitu, penanganan Covid bisa lebih komprehensif.

Menurutnya, kritikan itu sudah disampaikan saat rapat kerja bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

“Kenapa yang lain diundang, tapi DPR tidak. Padahal DPR representasi suara rakyat,” kata Melki seperti melansir rakyat merdeka.

Melki menduga hal itu terjadi karena persiapan vaksinasi yang tidak dikomunikasikan dengan baik dengan Pimpinan DPR ataupun Komisi Kesehatan DPR. Padahal, banyak anggota DPR juga terpapar Covid-19 dan meninggal.

“Tapi, tentu ini menjadi seruan ke depan dalam berbagai hal untuk penanganan Covid-19, termasuk urusan vaksinasi ini, melibatkan DPR di pusat, DPRD provinsi daerah kabupaten kota, penting dilakukan,” kata dia.

Protes yang sama juga disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh. Dia menyampaikan kekecewaannya kepada Menkes yang tak mengajak wakil rakyat untuk divaksin duluan.

“Saya sudah sempat sampaikan soal sosialisasi ini. Kami di Komisi IX sebetulnya siap, tapi gimana mau sosialisasi ya, ternyata kita kalah sama artis untuk vaksin ini,” sindir Nihayatul.

Perempuan yang akrab disapa Ninik itu mengaku menjadi bulan-bulanan di media sosial. Sebab, dirinya sebagai anggota DPR disebut kalah oleh Raffi Ahmad yang menjadi salah satu orang yang divaksinasi bersama Presiden.

Ninik lantas membandingkan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Tengah. Dia mengatakan, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) mengajak perwakilan DPRD Jateng untuk divaksinasi Covid-19.

“Saya bilang di grup, kalau Raffi Ahmad mewakili milenial, kita mewakili apa ya kira-kira? Mewakili rakyat harusnya jawabannya. Tapi, kita tidak masuk di situ,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi Kesehatan DPR, Saleh Partaonan Daulay lebih bijak menyikapi hal ini. Menurutnya, daftar penerima vaksin perdana merupakan kewenangan Istana.

Namun, Politikus dari PAN itu menyayangkan tidak adanya pejabat dari Senayan yang divaksin di Istana, pada 13 Januari itu.

Padahal, bila pejabat DPR diajak, akan menjadi simbol dan meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Sinovac aman.

“Saya lihat anggota DPR tidak ada ya. Saya kira mestinya Ketua DPR, Ketua MPR, Ketua DPD, itu juga ada, karena kan mereka representasi dari warga negara,” kata Saleh.

Protes yang dilakukan wakil rakyat itu justru mendapatkan sindiran negatif dari warga dunia maya.

“Ya iayalah DPR dibanding sama Raffi Ahmad, ya milih Rafffi Ahmad lah. Lebih prospek buat menarik publik. Lha DPR? Introspeksi dulu deh,” sindir akun @asepsandro

Senada, Mas Basuki dengan nama akun @Ibas juga ikut mencibirnya.

“Coba aja sana tanya salah satu orang di Pasar. Tau enggak dengan Raffi Ahmad? Jawabannya jelas. Terus tanya lagi (kenal) dengan Nihayatul enggak? pada bengong dah..” tulisnya.

“Kalian aja di DPR nggak perduli sama rakyat, cuma jago mengatasnamakan rakyat doang. Ya wajar lah gak di libatkan. Lagian rakyat yang lebih prioritas bukan wakil rakyat,” sindir akun @RChandra05.

“Lah katanya kemarin nggak mau divaksin mending bayar aja, sekarang dilewatin ngamuk. Bagaimana dech ah?” timpal akun @BukanSi80607168.

“Waduh, rakyat dulu dong bos yang divaksin, baru wakil rakyat,” sambung akun @Nurhasanputra1.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar