Terbaru :Korban Jiwa Gempa Mamuju 2021 dan Ancamannya

Sabtu, 16/01/2021 01:40 WIB
Korban Jiwa Gempa Mamuju 2021 dan Ancamannya.Tirto.id

Korban Jiwa Gempa Mamuju 2021 dan Ancamannya.Tirto.id

law-justice.co - Bencana yang terjadi di Provinsi Sulawesi Barat pada tanggal 14 dan 15 Januari 2021 telah mengakibatkan kerusakan banyak gedung dan memakan puluhan korban jiwa. Gempa kuat yang mengguncang kawasan Kabupaten Mamuju dan Majene.

Gempa kuat pertama terjadi pada Kamis, 14 Januari 2021, sekitar pukul 13.35 WIB. Gempa dengan magnitudo 5,9 ini termasuk dangkal. Sebab, pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 10 Km.

Lokasi pusat gempa itu berada di 4 kilometer arah barat laut Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (koordinat 2.99 LS 118.89 BT). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jangkauan guncangan gempa kuat ini mencapai banyak daerah, yang tersebar di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan bahkan Kalimantan Timur.

Sementara gempa kedua yang jauh lebih kuat, terjadi pada Jumat dini hari (15/1/2021), sekitar pukul 01.28 WIB, dengan magnitudo 6,2. Pusat gempa ini juga berada di darat, dengan kedalaman 6 Km, dan berlokasi di 6 kilometer arah Timur Laut Kabupaten Majene.

Data Korban Jiwa Gempa Mamuju-Majene dan Kerusakan
Laporan data korban jiwa akibat gempa bumi yang mengguncang kawasan Mamuju dan Mejen, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), terus bertambah, hingga Kamis malam (15/1/2021).

Keterangan resmi Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menunjukkan korban meninggal akibat gempa Sulbar tersebut bertambah menjadi 42 orang. Data ini merupakan update hingga pukul 20.00 WIB hari ini.

"Dengan rincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane," kata Raditya dalam siaran resmi BNPB.

Data kerusakan gedung juga bertambah, BNPB mencatat di Kabupaten Mamuju, Rumah Sakit Mitra Manakarra rusak berat. RSUD Kabupaten Mamuju juga rusak berat. Kerusakan terjadi pula di area Pelabuhan Mamuju dan Jembatan Kuning yang berlokasi di Takandeang, Tapalang.

"Sedangkan di Majene, 300 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan hingga rilis ini disiarkan," ujar Raditya.

Menurut dia, sebagian wilayah Mamuju sudah dapat dialiri listrik, tetapi sebagian lainnya masih mengalami gangguan. Sedangkan aliran listrik di seluruh kawasan Majene masih padam karena sedang dalam proses perbaikan.

"BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta beroordinasi dengan TNI - Polri, Basarnas, relawan dan instansi terkait dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa tersebut," kata Raditya.

Analisis BMKG soal Gempa Mamuju-Majene
Analisis BMKG, yang disiarkan BNPB, menjelaskan gempa di Majene serta Mamuju pada 14 dan 15 Januari 2021 termasuk jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake.

Analisa BMKG ini hasil dari pengamatan terhadap lokasi pusat gempa (episenter) dan kedalaman hiposenternya, baik untuk gempa pertama maupun kedua.

Sementara ini, BMKG menduga gempab Majene dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thurst). Hal itu dibuktikan dari hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thurst fault.

BMKG juga mengatakan bahwa mekanisme sesar naik ini mirip dengan pembangkit gempa Lombok yang terjadi pada 2018, yang mana bidang sesar membentuk kemiringan bidang sesar ke daratan.

Sesar Naik Mamuju, sesuai data BMKG, memiliki magnitudo dengan target mencapai 7,0 dengan laju geser sesar adalah 2 milimeter (mm) per tahun. Sesar aktif ini harus diwaspadai karena bisa memicu gempa kuat.

BMKG memperkirakan masih ada potensi gempa susulan. Hal ini merupakan hal lazim yang terjadi setelah gempa kuat muncul. Karena itu masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dengan kekuatan signifikan.

"Untuk Kabupaten Majene, ada 300 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan hingga rilis ini disiarkan," kata Raditya dalam keterangan tertulis yang diterima media , Jumat malam.

(Patia\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar