Respon Mendag Lutfi Saat Indonesia Digugat Uni Eropa Soal Nikel di WTO

Jum'at, 15/01/2021 22:35 WIB
Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi respon gugatan Uni Eropa terhadap Indonesia soal larangan ekspor bijih nikel. (Foto: Istimewa).

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi respon gugatan Uni Eropa terhadap Indonesia soal larangan ekspor bijih nikel. (Foto: Istimewa).

Jakarta, law-justice.co - Gugatan Uni Eropa terhadap Indonesia karena larang ekspor bijih nikel langsung ditanggapi oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Dia menegaskan bahwa Indonesia siap melayani tuntutan dari kumpulan negara Eropa tersebut.

Namun, dia mengatakan Indonesia baru mendapatkan notifikasi bahwa Uni Eropa tetap akan melanjutkan proses sengketa ke Organisasi Perdagangan Internasional (WTO).

“Tentunya sebagaimana negara hukum, negara demokrasi, negara yg menjunjung tinggi hukum, Indonesia dengan berat hati akan melayani tuntutan tersebut,” ungkap Lutfi di di dalam konferensi pers, Jumat (15/1/2021).

Menurut Lutfi, Uni Eropa menganggap bahwa Undang-Undang Minerba yg ditetapkan Indonesia menyulitkan Uni Eropa untuk kompetitif di di dalam industri besi dan juga serta baja, dimana kebijakan Indonesia dianggap dapat mengganggu produktivitas stainless steel Uni Eropa.

“Mereka menggangap bahwa ini adalah bagian berasal dari 30.000 pekerja langsung dan juga serta 200.000 pekerja tidak langsung,” lanjut Lutfi.

Lutfi pun mengatakanm Indonesia akan mendalami dan juga serta mempelajari lebih lanjut apa yg dituntut dari Uni Eropa. Menurutnya, Indonesia pun akan mengikuti proses sengketa ini dengan aturan yg telah disepakati.

Mengingat gugatan ini masih berupa sangkaan atau tuduhan berasal dari Uni Eropa, maka Lutfi pun menjelaskan bahwa tuduhan tersebut mesti dibuktikan di panel WTO dengan proses yg baku dan juga serta jelas.

“kami pada saat yg bersamaan akan menerangkan dan juga serta membela semua yg telah kami kerjakan terutama di urusan ekspor berasal dari nikel tersebut. Saya berkeyakinan sesuai dengan UU dan juga serta peraturan yg berlaku terutama untuk menjamin daripada sustainability berasal dari sumber daya alam tersebut, kami di jalan yg benar. Tapi karena ini proses sengketa, kedua pihak musti membuktikan itu sesuai dengan aturan yg telah ada,” jelas Lutfi.

Lebih lanjut Lutfi pun menyebut sebagaimana negara yg menjunjung tinggi hukum, proses yg tengah dijalani ini adalah proses yg bagus dan juga serta benar. Ia pun memastikan Indonesia akan memperjuangkan hak-hak yg diimiliki dan juga serta akan mengerahkan tim terbaik terkait hal ini.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar