Raffi Ahmad Ikut Pesta Usai Disuntik Vaksin, Ahli: Bahaya Sekali

Jum'at, 15/01/2021 04:45 WIB
 Raffi Ahmad ikut pesta usai terima vaksin COVID-19 bersama Jokowi di Istana (Brilio)

Raffi Ahmad ikut pesta usai terima vaksin COVID-19 bersama Jokowi di Istana (Brilio)

Jakarta, law-justice.co - Artis Raffi Ahmad mmebuat kehebohan setelah disuntik vaksin Covid-19 di Istana bersama Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Pasalnya, dia diketahui langsung mengikuti pesta di sebuah kafe di Jakarta.

Diketahui Raffi bersama dengan istrinya Nagita Slavina bersama dengan artis lainnya tampak dalam pesta tersebut. Parahnya lagi, mereka diduga tak menerapkan protokol kesehatan.

Lantas, publik pun bertanya-tanya dengan aksi Raffi Ahmad yang langsung pesta usai disuntik vaksin tersebut. Apakah hal itu aman?

Terkait hal ini Pakar Kimia-Farmasi Universitas Putra Malaysia Bimo Ario Tedjo, angkat bicara. Menurut dia tentu apa yang dilakukan orang yang abaikan protokol kesehatan kendati sudah mendapat vaksin sangatlah berbahaya. Sebab, katanya, patut diketahui, walau adanya vaksin saat ini bukan berarti kita langsung bisa bebas.

“Sangat berbahaya. Ketika masyarakat mulai abai terhadap 3 M, maka ada kemungkinan mutasi ini tidak terkontrol. Ada kemungkinan mutasi ini menyebabkan vaksin ini menjadi tidak efektif,” katanya, Kamis (14/11/2021).

Dia pun memberi penjelasan soal bahaya yang dimaksud. Kata dia, pada prinsipnya ketika virus itu berpindah dari satu orang ke orang lain, maka virus akan berusaha menyesuaikan diri.

“Karena kekebalan tiap orang kan beda-beda ya. Misalnya saya lebih kebal, lalu kakak saya, walaupun saudara kandung, kekebalan dia mungkin berbeda. Mungkin dia kekebalannya lebih kuat.”

“Jadi ketika virus dari saya lompat ke orang tersebut dengan kekebalan lebih kuat, maka virus akan berusaa menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru (akan lebih kuat juga),” katanya.

Hal itu beralasan, lantaran filosofi virus adalah, dia akan bermutasi untuk mencari supaya agar dia lebih mudah menular. Ini adalah bagian keinginan virus untuk survive dan untuk terus melangsungkan hidupnya.

“Jadi ketika dia meloncat ke orang lain, dia akan berusaha menyesuaikan diri ke orang tersebut. Antara lain, dengan mutasi. Pindah ke orang lain mungkin mutasi juga, pindah ke orang lain, mungkin mutasi juga,” katanya.

Maka itu, dia kemudian menyinggung agar masyarakat dapat membantu upaya vaksin untuk menghentikan penyebaran virus. Katanya, bukan berarti, walau Raffi Ahmad yang sudah suntik vaksin lalu melakukan pesta, bisa bebas dari covid-19.

Itu justru dianggap berbahaya, apalagi tanpa protokol kesehatan. Artinya apa, selama proses vaksinasi, menghentikan penularan virus, supaya virus ini tidak bermutasi lebih jauh.”

“Artinya 3M tetap dijalankan, masker, tetap cuci tangan, jaga jarak. Bukan setelah vaksin dimulai, berarti masyarakat tak menjalankan 3M, itu bahaya sekali,” katanya lagi.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar