Ada yang Tolak Vaksin Covid-19, Politikus PDIP: Orang Sombong

Rabu, 13/01/2021 22:52 WIB
Penolak Vaksin Sinovac disebut orang sombong dan sok cerdas (Ist)

Penolak Vaksin Sinovac disebut orang sombong dan sok cerdas (Ist)

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah sudah mulai menyuntikkan vaksin Covid-19 untuk mencegah virus Corona. Namun, di tenagh upaya tersebut, ada beberapa orang yang menolak untuk disuntik vaksin Sinovac asal China tersebut.

Terkait sikap dari beberapa orang tersebut, Politikus PDIP Dewi Tanjung menilai bahwa orang tersebut sangat sombong dan sok cerdas.

“Hanya orang-orang yang sombong dan merasa dirinya paling cerdaslah menolak vaksin. Karena sebenarnya mereka itu manusia pengecut takut mati,” katanya melalui akun Twitternya seperti dikutip Rabu (13/1/2021).

Dia mengaku bersedia disuntik vaksin tersebut. Apalagi, pada hari ini Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah disuntik.

“Nyai siap dan sangat bersedia melakukan suntik vaksin. Karena Nyai yakin pemerintah tidak akan memberikan sesuatu yang buruk untuk rakyatnya,” katanya.

Dewi Tanjung juga mengunggah sebuah video di cuitannya itu. Dalam video tersebut, Dewi Tanjung menyebut wajar apabila setelah disuntik vaksin ada reaksi-reaksi yang kurang enak yang dirasakan tubuh.

“Lalu apabila setelah vaksin itu ada gejala-gejala demam, atau meriang, atau atau gatal-gatal, itu wajar. Namanya ada cairan asing yang masuk ke dalam tubuh, tentu ada reaksi-reaksi yang terjadi dalam tubuh kita,” kata dia.

Dewi kemudian mengisahkan kucing peliharannya yang pernah mendapat vaksin dan mengalami efek dari vaksin tersebut. “Kucing Nyai aja vaksin, diem, tidur, lemes, demam. Namanya juga suntik vaksin.”

Lebih lanjut, Dewi Tanjung mempersilakan jika ada orang yang ogah disuntik vaksin. Namun menurutnya, jika nanti orang tersebut kena virus corona, silakan untuk mengurus sendiri.

“Kalau ada orang teriak-teriak ‘saya tidak mau suntikkan vaksin ke tubuh saya’, silakan. ‘saya sama cucu saya, keturunan saya, nenek moyang saya tidak mau disuntik vaksin’, silakan. Tapi ingat, apabila nanti kena corona, situ urus sendiri, obatin sendiri,” tutupnya.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar