Elon Musk Hanya Bertahan 4 Hari Jadi Orang Terkaya, Ini Penyebabnya

Rabu, 13/01/2021 21:35 WIB
Elon Musk tak lagi jadi orang terkaya dunia (foto: business insider)

Elon Musk tak lagi jadi orang terkaya dunia (foto: business insider)

Jakarta, law-justice.co - Pendiri perusahaan teknologi Elon Musk sempat menjadi orang terkaya di dunia mengalhkan pendiri Amazon Jeff Bezos. Namun, status tersebut hanya bertahan 4 hari saja, karena kini kekayaannya sudah berkurang.

Pada hari Jumaát (8/1/2021), Elon Musk dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan aset lebih dari Rp2,573 ribu triliun. Hanya dalam waktu satu tahun saja, kekayaan Elon Musk melonjak berkat permintaan mobil listrik yang semakin tinggi di dunia. Meskipun produksi mobil listrik Tesla tidak bisa memenuhi permintaan yang ada, kekayaannya Elon Musk terus melonjak.

Namun siapa sangka, hanya dalam waktu empat hari saja kekayaan Musk kembali berkurang sebsar Rp189 triliun.
Pada hari Senin saham Tesla turun drastis hampir 8 persen. Ini merupakan penurunan terbesar sejak akhir September tahun lalu.

Menurut Forbes, kekayaan bersih Musk turun menjadi US$176,2 miliar, berbeda US$6 miliar dari Bezos yang berusia 57 tahun. Namun, pada tengah hari pada hari Selasa, Musk, 49 ahun, tampaknya siap untuk mendapatkan kembali gelar orang terkaya di dunia.

Saham Tesla melonjak lebih dari 5 persen sementara saham Amazon turun sedikit kurang dari setengah poin persentase pada tengah hari pada hari Selasa.

Jika tren itu bertahan pada akhir perdagangan di Wall Street pada hari Selasa, Musk akan sekali lagi menjadi orang terkaya di dunia, menurut pelacak miliarder Forbes.

Di momen-momen singkat Musk menyandang gelar orang terkaya, ia tampak menepis penghargaan tersebut pada Jumat lalu. Akun Twitter untuk Tesla Owners of Silicon Valley menulis: "@elonmusk sekarang adalah orang terkaya di dunia dengan US$ 190 miliar."

Dalam satu tweet, Musk menulis: `Sungguh aneh.` Dia mengikuti tweet itu dengan: `Baiklah, kembali bekerja ...`

Musk memiliki 20 persen saham di pembuat mobil listrik Tesla, dan mendapatkan keuntungan sekitar US$ 42 miliar. Dia juga memiliki 48 persen saham di perusahaan kedirgantaraannya, SpaceX.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar