Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia No1 di Asia Tenggara

-  

Kekuatan militer Indonesia pada 2020 berada di posisi 16 dari 137 negara. Indonesia nomor 1 di ASEAN, mengungguli Singapura dan Malaysia. Meski membanggakan, capaian ini tak lantas membuat jemawa. Meski unggul personel dan jumlah alat utama sistem senjata (alutsista), dalam hal modernisasi persenjataan Indonesia masih tertinggal .

Malaysia merupakan satu dari tiga negara yang berbatasan langsung di daratan dengan Indonesia. Selain Malaysia, Indonesia juga berbatasan di darat dengan negara Timor Leste dan Papua Nugini.

Dengan Malaysia sendiri, perbatasannya ada di pulau Kalimantan, membentang sepanjang 2.019 kilo meter dari Tanjung Batu, Kalimantan Barat.

Perbatasan Indonesia-Malaysia juga melewati dataran tinggi pedalaman Kalimantan hingga Teluk Sabatik dan Laut Sulawesi di sebelah timur Sulawesi. Mengenai perbatasan, konflik sering terjadi antara kedua negara.

Diberitakan media Kompas.com, konflik antar kedua negara sudah muncul sejak 1973. Karena adanya perbedaan pendapat kedua negara tentang batas wilayah masing-masing.

Kawasan perbatasan yang menjadi polemik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dan negara bagian Sabah, Malaysia Timur.

Pada permasalahan itu terletak pada perbedaan interpretasi kedua negara terhadap peta perbatasan yang telah disepakati sejak zaman penjajahan
Belanda dan Inggris sesuai dengan konvensi 1891, Perjanjian 1915, dan
Perjanjian 1928.

Indonesia berpegang teguh pada peta Belanda-Inggris. Sementara interpretasi Malaysia untuk titik batas dalam Peta-Inggris dianggap masih merugikan, banyak wilayah yang masuk wilayah Indonesia. Perbatasan wilayah Indonesia dan Malaysia di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara ditarget rampung pada 2020.

Namun, sampai September kemarin, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, tidak ada batas wilayah yang jelas antara Indonesia dan Malaysia di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara / untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Kemendagri menempuh proses yang bertahap.

Pada 2019, kata Tito, sudah ada MOU antara Indonesia dan Malaysia untuk
beberapa segmen penyelesaian.

Masalah perbatasan memang kerap menimpa negara-negara yang berbatasan langsung, baik di darat maupun laut.

Untuk Indonesia dan Malaysia, bukan hanya konflik perbatasan, kedua negara ini juga punya sejarah konfrontasi sengit yang seringkali makin memanaskan hubungannya.

Konfrontasi itu terjadi sekitar tahun 1961, dipicu rencana pembentukan Negara Federasi Malaysia kala itu yang ditentang Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Soekarno.

Ketegangan yang berkembang di kedua pihak kemudian berujung kerusuhan di pusat pemerintahan dan juga perang di perbatasan.

Pasukan Indonesia dan pasukan tidak resminya mencoba menduduki Sarawak dan Sabah, dengan tanpa hasil.

Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama pasukan khusus mereka yaitu Special Air Service (SAS).

Itu terjadi di masa lalu, sementara peringkat kekuatan militer Indonesia dan Malaysia saat ini menunjukkan bahwa Indonesia mengungguli Malaysia.
Bahkan, militer Indonesia merupakan yang terkuat di Asia Tenggara.

Perbandingan kekuatan militer Indonesia dan Malaysia

Melansir Global Firepower 2020, militer Indonesia merupakan nomer 1 di Asia Tenggara.

Sementara di dunia, Indonesia berada di peringkat ke-16 dari 138 negara, sedangkan Malaysia berada di peringkat 44.

Terbelit masalah hutang, Malaysia menganggarkan belanja pertahanan Malaysia tahun 2020 terbilang kecil jika dibanding Indonesia, yaitu $ 4 miliar.

Militer Indonesia lebih kaya, dengan hampir dua kali lipat anggaran pertahanan Malaysia, yaitu $ 7,6 miliar.

Indonesia pun menunjukkan keunggulan dalam hal jumlah personel militer, yang mana jumlah tentara Malaysia hanya setengah milik Indonesia. Indonesia memiliki 800.000 personel militer, dengan 400.000 personel aktif dan 400.000 cadangan.

Sementara Malaysia memiliki 410.000 personel militer, dengan 110.000 personel aktif dan 300.000 cadangan. Selain itu, peralatan tempur Indonesia di berbagai sektor pertahanan juga menunjukkan  keunggulan.

Di sektor laut, Indonesia memimpin dengan menempati peringkat ke-10 dari 138 negara, sedangkan Malaysia ke-39.

Keunggulan kekuatan laut Indonesia berkat kepemilikan 5 kapal selam, 7 kapal fregat, 24 korvet, 156 patroli, dan 10 mine warfare.

Sedangkan Malaysia berada di peringkat ke-44 untuk kategori tersebut, dengan kepemilikan 2 kapal selam, 6 kapal fregat, 6 korvet, 41 patroli, dan 4 mine warfare.

Begitu pula untuk kekuatan udaranya, Indonesia unggul dengan menempati peringkat ke-28 dari 138 negara.

Total pesawat yang dimiliki Indonesia sebanyak 462. di antaranya 41 pesawat tempur, 31 pesawat serangan khusus, 54 angkutan, 5 pesawat misi khusus, 177 helikopter, 16 helikopter serang, dan 109 pesawat latih.

Dibanding Malaysia yang dibekali 26 pesawat tempur, 13 pesawat serangan khusus, 18 angkutan, 4 pesawat misi khusus, 65 helikopter, serta 40 pesawat latihan. Bahkan, Malaysia tidak memiliki helikopter serang.

Dengan kepemilikan armada udara tersebut, Malaysia hanya mampu menempati peringkat ke-54 dari 138 negara untuk kekuatan udaranya.

Namun, di sektor darat, Indonesia dan Malaysia berbagi keunggulan. Malaysia unggul untuk kendaraan lapis baja dan proyektor roket, dengan kepemilikan atas 1.387 kendaraan lapis baja dan 54 proyektor roket.

Sementara Indonesia memiliki 1.178 kendaraan lapis baja dan 36 proyektor roket. Lainnya, Malaysia memiliki 74 tank tempur dan 211 artileri lapangan. Namun, tidak memiliki artileri self-propelled. Sedangkan Indonesia unggul untuk kepemilikan 313 tank tempur dan 366 artileri lapangan. Bahkan, memiliki 153 artileri self-propelled, yang tidak dimiliki Malaysia.