Ini Identitas 4 Anak Buah Abu Razak di Aceh yang Tewas Ditembak

Jakarta, law-justice.co - Baku tembak antara petugas Kepolisia dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terjadi i kawasan Trienggadeng, Pidie Jaya, Aceh.

Direktur Reserse Kriminal Polda Aceh Kombes Agus Sarjito mengatakan, sebanyak 4 orang termasuk pimpinan KKB, Abu Razak tewas akibat baku tembak tersebut.

Baca juga : Saat Hari Pencoblosan, Terjadi Baku Tembak di Distrik Ilu Papua

Kata dia, keempat pelaku yang tewas ialah Abu Razak (pimpinan KKB), Wan Neraka, Zulfikar, dan Hamdi. Sementara seorang pelaku, Wan Ompong, kini ditahan di Polres Bireuen.

Dia menjelaskan, kontak tembak dengan KKB terjadi sore tadi sekitar pukul 18.00 WIB. Lima anggota kelompok ini saat itu sedang dalam perjalanan ke Banda Aceh menggunakan mobil Avanza berpelat BL-1342-R.

Baca juga : 4 Prajurit TNI yang Sempat Disebut Hilang Ditemukan Tewas Ditembak KKB

"Anggota melakukan pengejaran kelompok tersebut dan ketika tiba di lokasi terjadi baku tembak. Satgas penindakan KKB akhirnya dapat melumpuhkan kelompok tersebut," kata Agus seperti melansir Detik.com.

Saat baku tembak terjadi, tiga orang tewas ditempat sementara satu lagi kritis. Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit, pelaku yang kritis meninggal dunia.

Baca juga : Soal Baku Tembak di Rumah Sambo, DPR Minta Polri Transparan

Dalam kontak tembak ini, polisi menyita barang bukti berupa AK 56 lipat, revolver, serta peluru kedua senjata tersebut berjumlah 100 butir. Kelompok ini diduga melakukan penculikan terhadap seorang warga di Bireuen, Aceh.

"Kelompok ini sebelumnya bersembunyi di Bukit Cerana, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. Mereka yang meras dan ngancam pakai senjata api laras panjang," ujar Agus.