Jakarta, - Dokter muda sekaligus pengusaha muda asal Makassar, dr Yudith Dwi Wiken, mengaku rugi hingga ratusan juta karena produk investasi berjangka.
Dia menanamkan investasi kontrak komoditas berjangka emas di salah satu perusahaan jasa investasi PT Kontak Perkasa Futures (KPF) Makassar.Perusahaan ini berkantor disalah satu gedung perkantoran di Jl Jenderal Sudirman, Makassar.Melansir dari TribunTimur.com, Yudith yang juga salah satu pengembang perumahan ini mengaku sudah menginvestasikan dana mencapai Rp 150 juta di perusahaan investasi tersebut.6. Semakin anjloknya dana investasi saham emas yang saya miliki disebabkan karena tidak hati-hatinya Sdr Hamzah Natasyah (Marketing PT Kontak Perkasa Futures) dalam mengelola akun yang saya miliki dan Sdr Hamzah Natasyah (Marketing PT Kontak Perkasa Futures) terkesan asal-asalan dalam mengelola akun saya.Bahkan Saudari Arianti (Wakil Pialang Berjangka PT Kontak Perkasa Futures) yang seharusnya melakukan pengelolaan terhadap akun saya akan tetapi tidak pernah melakukan pengelolaan terhadap akun saya.Hal ini menunjukan bahwa PT Kontak Perkasa Futures sangat merugikan saya selaku nasabahnya.Adapun bukti bahwa yang mengelola akun saya bukanlah Saudari Arianti (Wakil Pialang Berjangka PT Kontak Perkasa Futures) melainkan Sdr Hamzah Natasyah.7. Selanjutnya, dana investasi emas saya semakin menurun dan untuk menyelamatkan investasi saya, Sdr Hamzah Natasyah (Marketing PT Kontak Perkasa Futures) meminta saya untuk melakukan penambahan dana.Dalihnya dengan penambahan dana akun saya akan pulih, bahkan mendapatkan keuntungan.Akhirnya berdasarkan iming-iming tersebut, saya pun melakukan penambahan dana sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah), dengan bukti berupa Oficial Receipt PT Kontak Perkasa Futures No: 068042 tanggal 12 Juni 2019.Selanjutnya, pada tanggal 10 November 2015 kembali dilakukan penyesuaian tarif B/M Petikemas dengan kenaikan tarif sebesar 25%, sebagaimana dikutip dalam Berita Acara Kesepakatan.8. Setelah itu dana investasi saya malah semakin menurun dan saran yang diberikan oleh Sdr Hamzah Natasyah (Marketing PT Kontak Perkasa Futures) dan Kepala Cabang PT Kontak Perkasa Futures adalah saya harus melakukan penambahan dana investasi saya sebesar Rp 260.000.000 (dua ratus enam puluh juta rupiah).Kepala Cabang PT Kontak Perkasa Futures menyatakan bahwa apabila saya menambahkan dana investasi sebesar Rp 260.000.000 (dua ratus enam puluh juta rupiah), maka Kepala Cabang PT Kontak Perkasa Futures yang akan langsung mengelola akun saya dan berdalih bahwa dia dapat dan pernah berhasil menyehatkan banyak akun hingga untung miliaran rupiah.9. Saya memutuskan untuk tidak mengikuti permintaan Sdr Hamzah Natasyah (Marketing PT Kontak Perkasa Futures) dan Kepala Cabang PT Kontak Perkasa Futures.Saya merasa bahwa tidak ada jaminan bahwa dana yang akan saya tambahkan akan aman dan menghasilkan keuntungan.Selain itu, PT Kontak Perkasa Futures tidak beritikad baik dalam mengelola akun saya karena mengabaikan permintaan tolong saya agar dipertemukan dengan beberapa nasabah profit yang mungkin dapat berinvestasi pada akun saya.10. PT Kontak Perkasa Futures juga tidak dapat dikategorikan sebagai perusahaan lalai dan tidak cermat karena melakukan pembiaran terhadap Sdr Hamzah Natasyah (Marketing PT Kontak Perkasa Futures) untuk mengelola akun saya.Bukannya Saudari Arianti yang merupakan Wakil Pialang Berjangka bagi saya sebagaimana tercantum dalam perjanjian.11. Saat ini akun saya telah dinonaktifkan dan saya mengalami kerugian sebesar Rp 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) tanpa pernah ada profit sama sekali.12. Demikian kronologis kerugian investasi saham emas pada PT Kontak Perkasa Futures dan atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih serta mohon bantuan penyelesaian terhadap permasalahan yang saya alami.Kasus sebelumnyaPada akhir 2018 lalu, seorang ibu rumah tangga di Makassar, Waty Dinsie (66), juga melaporkan perusahaan investasi PT Kontak Perkasa Futures yang beralamat di Jl Jenderal Sudirman, Makassar.Waty dan pengacaranya Tadjuddin Rachman melaporkan perusahaan itu ke Polda Sulsel Selasa (16/10/2018).Waty Dinsie mengaku telah ditipu kurang lebih Rp 2 miliar.Ada 3 pihak dari PT Kontak Perkasa Futures yang dilaporkan Waty yang beralamat di Jl Mapala itu.Masing-masing Fauziah (Marketing), Yuyun Angraini (Wakil Pialang), dan Taufan Asmara yang bertindak sebagai Kepala Cabang PT Kontak Perkasa Futures."Ketiganya dilaporkan atas dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan," ujar Tadjuddin Rachman di kantor Tribun Timur, Jl Cenderawasih, Makassar, Rabu (17/9/2018) silam.Sementara itu, Waty Dinsie yang datang ditemani seorang putranya, mengungkapkan jika uang yang dia ia menyetor uang ke perusahaan itu secara bertahap sejak Februari 2018.Hingga total uang yang dia setor bersama suaminya mencapai Rp 2,1 miliar.Perusahaan ini, kata Waty, mengiming-imingi bonus keuntungan 10-30% perbulannya."Saya hanya ingin uang saya kembali," kata istri pensiunan BUMN ini sambil terisak.Waty mengatakan saat dirinya didatangi marketing PT Kontak Perkasa Futures di rumahnya, ia tak mendapat penjelasan tentang resiko."Yang mereka bicarakan selama ini hanya keuntungan," ujarnya.Ibu lima anak ini mengaku sudah mendatangi perusahaan itu namun tidak mendapatkan kepastian soal dana yang dia telah setor."Pada 28 September Pak Taufan minta lagi Rp 200 juta, katanya kalau tidak dana saya akan dilikuidasi, tapi saya tidak kasih," katanya.Ibu Waty mengaku telah berkorban banyak karena menuruti permintaan perusahaan jasa investasi tersebut.Selain depositonya dibeberapa bank dikuras, rumah dan perhiasannya juga dia gadaikan. "Suami saya bahkan sering mengigau soal masalah ini," katanya.Kinerja PerusahaanPT Kontak Perkasa Futures (KPF) membukukan kinerja positif hingga 31 Maret 2019.Demikian disampaikan Pimpinan Cabang KPF Makassar, Taufan Asmara, saat menggelar Media Gathering di Allumbra Ballroom, Whiz Prime Hotel, Jl Jenderal Sudirman No 30 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (2/8/2019).“Total volume transaksi mencapai 11.607 lot atau meningkat 4.16 persen,” katanya.Lebih lanjut, ia mengungkapkan pertumbuhan nasabah baru mencapai 61,11 persen menjadi 58 nasabah.“Pencapaian ini ditopang oleh semakin tingginya minat para nasabah di Makassar untuk berinvestasi di perusahaan pialang berjangka,” ujarnya.Perusahaan investasi ini menawarkan tiga produk yakni Locogold, Forex, dan Index.Taufan menyebutkan nasabah di Makassar cenderung pada investasi emas.“Sebenarnya hampir semua mendominasi, namun produk yang paling menguasai locogold. Mungkin karena masyarakat Makassar percaya emas lebih menjanjikan,”jawabnya.Taufan mengakui, resmi hadir sejak 2011 di Makassar, timnya terus menggenjot promosi. Baginya kota daeng ini memiliki nasabah yang potensial.Adapun langkah yang dilakukan, selain direct contacting dan selling, juga edukasi yang berkelanjutan.Terkait target di 2019, ia optimistis dapat menambah jumlah nasabah baru lebih banyak tahun ini.Secara nasional, sepanjang kuartal pertama 2019, KPF berhasil membukukan volume transaksi sebesar 152.606 lot atau meningkat 10,99 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.Pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan volume transaksi bilateral (SPA/Sistim Perdagangan Alternatif) sebesar 23,85 persen menjadi 140,114 lot.Hasil volume transaksi multilateral (komoditi) naik 6,72 persen dari tahun sebelumnya sebesar 11,124 lot.