Jakarta, - PT PLN Batam secara resmi menyatakan bahwa pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam telah pulih setelah gangguan sistem kelistrikan menyebabkan mati lampu massal pada Senin (12/10).
Berdasarkan indikasi awal, Sekretaris Perusahaan PLN, Batam Rudi Antono menduga gangguan dipicu masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan.
Namun, dia menegaskan penyebab pasti gangguan listrik masih dalam penelusuran tim teknis dan pihak berwenang.
"Penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (13/10).
Menurutnya, proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan sejak Senin malam. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi terdampak telah dinormalkan, disusul pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak kembali menyala.
Rudi menjelaskan pemulihan dilakukan melalui sejumlah tahapan teknis, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga pemulihan jaringan transmisi dan distribusi.
Meski pasokan listrik telah kembali normal, PLN Batam tetap menyiagakan petugas teknis dan operasional untuk memantau kondisi sistem.
Selain memulihkan pasokan listrik, PLN Batam juga memastikan hak pelanggan atas kompensasi apabila gangguan melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan.
"Apabila gangguan yang terjadi melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan, PLN Batam akan memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Rudi.
Bagi pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10 persen dari biaya beban bulanan, mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017. Pelanggan berhak memperoleh kompensasi sebesar 15-25 persen dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL), bergantung pada jenis layanan yang diperjanjikan.
PLN Batam menyatakan kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya sehingga pelanggan tidak perlu mengajukan klaim.
Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama pemadaman berlangsung.
Kemarin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan akan mengecek gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman di sebagian besar wilayah Batam dan sekitarnya pada Senin (12/10).
Bahlil mengaku belum berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) terkait gangguan tersebut. Namun, ia memastikan akan segera menggelar rapat dengan PLN untuk mengetahui kondisi sistem kelistrikan di Batam.
"Saya coba cek di PLN ya. Nanti saya cek. Saya pagi-pagi sudah datang di HIPPI ini. Belum saya rapat dengan PLN," kata Bahlil saat ditemui di sela acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Jakarta, Senin (12/10).
"Nanti abis ini saya rapat sama PLN," tegasnya.