Jakarta, - Pada perdagangan hari ini, Rabu 30 September 2029, harga minyak dunia masih menunjukkan tren kenaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah rumor pelonggaran sanksi terhadap Iran, di tengah upaya diplomasi Qatar yang terus mendorong ruang negosiasi damai.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah sebelumnya harga sempat terkoreksi hingga 2,5 persen ke kisaran US$102 per barel berkat kabar pemulihan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.
Melansir Reuters, harga minyak mentah jenis Brent naik $1,14 atau 1,11 persen ke level $103,73 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 34 sen atau 0,38 persen menjadi $89,72 per barel.
Secara bulanan, Brent berada di jalur lonjakan sebesar 14 persen-kenaikan bulanan tertinggi sejak Juli. Adapun WTI mengincar kenaikan bulanan sekitar 4 persen setelah sempat menembus level $106 untuk pertama kalinya sejak Mei.
Adapun selisih harga antara kedua acuan minyak tersebut ikut meluas ke titik terlebar dalam empat bulan terakhir.
Hal ini dipicu kecemasan pelaku pasar akan wacana pembatasan ekspor diesel oleh AS, yang berpotensi memicu penumpukan pasokan di pasar domestik, sekaligus meredam minat kilang AS untuk memproses minyak mentah.
Sebagai alternatif dari larangan ekspor diesel menjelang pemilu di November mendatang, Presiden Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan izin penjualan red-dyed diesel demi meringankan beban harga konsumen.
"Tanda-tanda pulihnya lalu lintas pasokan melalui Selat Hormuz, munculnya harapan atas alternatif kebijakan ekspor diesel AS, serta ketiadaan eskalasi besar dari pihak Iran dalam 24 jam terakhir sempat menahan laju kenaikan harga," ujar Head of Energy Research di MST Marquee Saul Kavonic.
Kavonic mengingatkan bahwa situasi di lapangan "tetap volatil, sementara logistik pengiriman minyak masih mahal dan serba terbatas."
Dari lini diplomatik, Qatar menyatakan harapannya agar diplomasi bolak-balik antara AS dan Iran dapat membuahkan hasil positif.
"Kami terus memfasilitasi pertukaran pesan antar kedua pihak dan berupaya membangun titik temu guna mencapai kesepakatan yang membebaskan kita semua dari dampak buruk konflik ini," ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari.
Kendati demikian, Trump secara tegas membantah laporan media Axios yang menyebutkan kesediaannya melonggarkan sanksi dan mencairkan dana Iran yang dibekukan demi langkah konkret program nuklir Tehran.
"Laporan itu tidak benar. Saya TIDAK menawarkan apa pun kepada mereka," tulis Trump melalui platform Truth Social.
Di sisi pasokan, Arab Saudi telah mengoperasikan kembali pipa East-West dan melanjut pemuatan tanker minyak di pelabuhan Yanbu (Laut Merah).
Data Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah produsen Timur Tengah pada September melonjak hingga 16,328 juta barel per hari-rekor tertinggi sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada akhir Februari lalu.
Sementara itu, data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS naik sekitar 1,02 juta barel pada pekan yang berakhir 25 September, disertai kenaikan persediaan bensin dan penurunan stok.
Pasar kini menantikan rilis resmi data persediaan dari US Energy Information Administration (EIA).