Ketika Kesaktian Jokowi Bawa PSI Lolos Parlemen Masih Sebatas Asumsi

Jakarta, - Sebagaimana diketahui, deklarasi bergabungnya Joko Widodo ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyisakan perdebatan mengenai seberapa kuat pengaruh atau Jokowi effect terhadap elektabilitas partai tersebut menuju Pemilu 2029.

Pengamat Politik, Adi Prayitno mengatakan, setidaknya terdapat dua pandangan yang berkembang. Pandangan pertama meyakini pengaruh Jokowi masih kuat dan mampu mengantarkan PSI lolos ke parlemen, bahkan meraih suara besar pada 2029.

"Mazhab yang satunya lagi meyakini sebaliknya. Jangankan menang besar, bawa PSI lolos ke parlemen pun akan sulit sekalipun Jokowi sudah total dan all out bekerja secara maksimal untuk memenangkan PSI," ujarnya lewat akun Instagram, Selasa, 29 Septeber 2026.

Menurut Adi, kedua pandangan tersebut memiliki argumentasi dan pendukung masing-masing. Perdebatan mengenai pengaruh Jokowi terhadap PSI pun masih berlangsung.

Namun, Adi mengingatkan bahwa pengaruh Jokowi terhadap perolehan suara PSI saat ini masih bersifat asumsi dan prediksi. Hasil sebenarnya baru dapat dilihat setelah Pemilu 2029.

Di luar perdebatan tersebut, Adi mengajak melihat rekam jejak perolehan suara PDI Perjuangan (PDIP) pada pemilu legislatif, baik ketika masih bersama Jokowi maupun setelah hubungan keduanya berpisah.

Berdasarkan data yang disampaikan Adi, PDIP memperoleh 14,03 persen suara pada Pileg 2009, ketika belum mengusung Jokowi. Pada 2014, saat pertama kali mengusung Jokowi, perolehan suara PDIP naik menjadi 18,95 persen. Angka tersebut kembali meningkat menjadi 19,33 persen pada 2019 ketika Jokowi kembali diusung.

Namun, setelah hubungan politik Jokowi dan PDIP berpisah, perolehan suara PDIP pada Pileg 2024 tercatat 16,73 persen.

Adi menekankan, perubahan perolehan suara PDIP tersebut tidak bisa disederhanakan semata-mata sebagai hasil kerja Jokowi ataupun PDIP. Keduanya memiliki kontribusi dalam dinamika politik dan elektoral pada setiap pemilu.

"Meski naik turunnya suara PDIP ini adalah kerja bareng PDIP dan Jokowi, tak bisa disederhanakan hanya hasil kerja satu pihak," katanya.

Karena itu, menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, seberapa besar Jokowi effect terhadap PSI baru dapat diuji melalui hasil Pemilu 2029.

"Tinggal tunggu hasil Pileg 2029 soal Jokowi effect ke PSI," pungkasnya.