Bekas Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Jakarta, - Bekas Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah meninggal dunia pada Kamis malam, 24 September 2026, pukul 19.20 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Informasi yang diterima redaksi, almarhum rencananya disemayamkan di rumah duka di Jalan Puspitek Raya, Setu, Tangerang Selatan.

Kabar duka ini juga disampaikan mantan Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum melalui unggahan di akun X pribadinya.

"Dapat kabar duka. Senior yang baik, Bang Bachtiar Chamsyah telah kembali ke haribaan Allah SWT. Semoga husnul khatimah. Lahu al-Fatihah," kata Anas dikutip Kamis, 24 September 2026.

Bachtiar dikenal sebagai politikus senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki perjalanan panjang di parlemen sebelum dipercaya memimpin Departemen Sosial.

Lahir di Tiji, Sigli, Aceh, 31 Desember 1945, Bachtiar mengawali kiprah organisasinya melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia pernah menjadi Ketua Komisariat HMI AAN Medan dan Ketua Umum HMI Cabang Medan.

Karier politiknya berkembang di PPP. Bachtiar pernah menjadi Wasekjen DPP PPP dan Sekjen Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi). Ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Parmusi pada tahun 2002.

Di parlemen, Bachtiar tercatat menjadi anggota DPRD Sumatera Utara periode 1982-1987. Setelah itu, ia masuk DPR RI dan beberapa kali dipercaya menduduki posisi strategis di Fraksi PPP.

Pada periode 1999-2001, Bachtiar menjabat Ketua Komisi V DPR RI. Namanya kemudian semakin dikenal ketika dipercaya memimpin Panitia Khusus (Pansus) Buloggate-Bruneigate pada 2000. Pansus tersebut menjadi salah satu episode politik penting yang berujung pada kejatuhan pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Karier Bachtiar di pemerintahan makin melesat setelah dipercaya Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menjadi Menteri Sosial di Kabinet Gotong Royong sejak 10 Agustus 2001 hingga 20 Oktober 2004.

Setelah pergantian pemerintahan, ia kembali dipercaya menduduki posisi yang sama dalam Kabinet Indonesia Bersatu di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.