[INTRO]
Dalam penelusuran ICW, paket pengadaan burung merpati tersebut dimenangkan oleh Indoglobal Multi Karya.
“Pengadaan ini kami nilai merupakan bagian perayaan HUT RI yang berlebihan karena dilakukan di tengah situasi anggaran negara mengalami efisiensi besar-besaran,” kata Azhim, Kamis (20/8).
Bagi ICW, persoalannya bukan semata-mata soal Rp305 juta. Yang jauh lebih serius adalah pertanyaan mengenai keberpihakan anggaran negara.
Saat pemerintah meminta kementerian dan lembaga melakukan efisiensi, masyarakat masih berhadapan dengan berbagai persoalan yang membutuhkan intervensi anggaran. ICW menyinggung bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, serta proses perbaikan dan pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera yang belum sepenuhnya tuntas.
Dalam situasi seperti itu, ICW mempertanyakan mengapa anggaran untuk kebutuhan seremoni tetap tersedia.
Pertanyaan tersebut semakin mengemuka setelah ICW menelusuri realisasi pengadaan untuk penanganan bencana tahun anggaran 2026 di Kemensetneg dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurut ICW, hasil penelusuran tidak menemukan satu pun paket pengadaan yang ditujukan untuk kebutuhan penanganan bencana di kedua lembaga tersebut.
“Di saat yang sama ICW mencari realisasi pengadaan untuk penanganan bencana tahun anggaran 2026 di Kementerian Sekretariat Negara dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Hasilnya tidak ditemukan satu pun paket pengadaan,” ujar Azhim.
Temuan versi ICW itu menciptakan kontras yang tajam. Di satu sisi pemerintah mengampanyekan efisiensi dan penghematan anggaran. Di sisi lain, belanja untuk perayaan kemerdekaan tetap berjalan.
ICW menilai kondisi tersebut memperlihatkan bahwa problem utama bukan terletak pada besar kecilnya nominal, melainkan bagaimana uang rakyat diprioritaskan.
Kritik tersebut sekaligus menantang konsistensi kebijakan efisiensi pemerintah. Sebab, efisiensi semestinya tidak berhenti pada pemangkasan anggaran tertentu, tetapi juga menyentuh setiap pengeluaran yang tidak memiliki tingkat urgensi tinggi.
ICW menilai perayaan HUT kemerdekaan tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengesampingkan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak. ICW meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka dan memastikan seluruh belanja negara benar-benar disusun berdasarkan urgensi, manfaat publik, transparansi, serta skala prioritas.