AS Siaga, Kedutaan Terbitkan Peringatan Evakuasi di Timur Tengah

- Sejumlah perwakilan diplomatik Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk Kedutaan Besar AS di Baghdad, Yerusalem, Amman, serta Misi AS untuk Uni Emirat Arab (UEA), mengeluarkan peringatan keamanan darurat pada Sabtu. Dalam imbauan tersebut, warga negara AS diminta mempertimbangkan untuk meninggalkan kawasan secepatnya dan mengantisipasi potensi gangguan perjalanan, seperti pembatalan penerbangan maupun penutupan ruang udara.

Jenderal Alexus Grynkewich, komandan Komando Eropa AS, secara resmi memberitahu pejabat senior Pentagon bahwa kecuali ada tambahan kapal perusak Angkatan Laut yang dialokasikan, ia akan terpaksa memprioritaskan pertahanan dalam negeri di atas Israel. Peringatan ini diperparah oleh penumpukan pekerjaan pemeliharaan yang secara bertahap mengikis stok Amerika atas pencegat pertahanan rudal yang krusial.


Peringatan tersebut menyatakan bahwa Iran dan kelompok-kelompok afiliasinya mungkin menargetkan kepentingan, bisnis, dan warga negara AS di seluruh dunia, termasuk di negara-negara yang sebelumnya belum pernah mengalami serangan semacam itu.

Kedutaan di Amman melangkah lebih jauh dengan menyarankan warga Amerika untuk menghindari perjalanan ke pangkalan militer di Yordania, serta memperingatkan bahwa Iran telah menyerang infrastruktur sipil dan vital di seluruh kawasan, "termasuk hotel, bandara, dan lokasi sipil lainnya."

Komandan militer senior Iran memperingatkan negara-negara Teluk bahwa setiap negara yang "menjadikan dirinya sebagai perisai pertahanan bagi Amerika yang kriminal dan agresor akan terbakar dalam api perang," demikian dilaporkan Kantor Berita Tasnim.

Seorang pejabat keamanan senior Iran lainnya juga mengatakan kepada Tasnim bahwa Teheran telah menyiapkan "rencana komprehensif" untuk membalas setiap serangan AS, termasuk menargetkan infrastruktur energi Israel dan "infrastruktur energi AS di kawasan tersebut," seraya menyebut rencana serangan yang dilaporkan itu sebagai "semacam kegilaan."