Hamas Setuju Lucuti Senjata: Tapi Israel Wajib Tarik Militer dari Gaza

Jakarta, - Kelompok Militan Palestina, Hamas buka suara soal pelucutan senjata di Jalur Gaza, usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Board of Peace (Dewan Perdamaian) mengumumkan kesepakatan tersebut.

Hamas dalam pernyataannya mengakui bahwa kesepakatan itu telah tercapai, yang disertai dengan syarat penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza.

"Sebuah kesepakatan telah tercapai mengenai masalah persenjataan. Lebih lanjut, sebuah kesepakatan telah tercapai mengenai penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza," kata seorang pejabat Hamas, seperti dilaporkan AFP.

Hamas menekankan saat ini mereka mengharapkan para negara mediator dan Dewan Perdamaian untuk memastikan Israel mematuhi kesepakatan tersebut.

Seorang anggota tim negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, mengungkapkan bahwa mereka membuat konsesi itu demi rakyat di Jalur Gaza, untuk menyelamatkan mereka dari pembunuhan dan pengusiran.

Dia juga menyebut pelucutan senjata Hamas akan erat hubungannya dengan penarikan pasukan Israel, penempatan Komite Nasional, dan rekonstruksi di wilayah Gaza.

"Israel tidak akan campur tangan dalam isu pelucutan senjata. Komite Nasional adalah badan yang akan melaksanakan tugas ini," ujar Hamad.

"Hamas tidak akan melaksanakan langkah apa pun dari kesepakatan perdamaian Gaza, jika pasukan pendudukan Israel tidak memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian tersebut," lanjutnya.

Menurutnya negosiasi untuk mencapai kesepakatan akhir ini sangat sulit dan berat, namun kelompok itu mencoba mencapai "formula terbaik" yang mungkin dapat dicapai.

"Hamas tetap teguh pada tujuan nasionalnya, yang diwakili oleh pelestarian hak-hak rakyat Palestina," ujarnya.

Sebelumnya Trump mengumumkan kesepakatan soal pelucutan senjata secara lengkap dari kelompok Hamas di Jalur Gaza.

Trump mengatakan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian sukses mencapai kesepakatan terkait pelucutan senjata Hamas, dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyebut langkah ini sebagai "tonggak penting dalam implementasi Rencana 20 Poin Trump", untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.

"Hari ini, Dewan Perdamaian mencapai kesepakatan BERSEJARAH untuk PELUCUTAN SENJATA LENGKAP Hamas dan semua kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Ini adalah langkah bersejarah menuju PERDAMAIAN dan KEAMANAN yang langgeng," tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip AFP.

Trump mengatakan kesepakatan itu akan dilaksanakan secara bertahap di mana pasukan Israel akan menarik diri dari Jalur Gaza, seiring dengan berlangsungnya pelucutan senjata.

Selain itu, Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) akan bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru, untuk mengamankan Gaza.