Jakarta, - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) mengungkap alasan melepas bisnis sepak bola, RANS FC.
Direktur Emtek Group sekaligus CEO Emtek Media (SCMA) & Vidio Sutanto Hartono selaku salah satu pemegang saham RANS menyebut bisnis sepak bola dilepas karena dinilai sulit untung.
Dia mengungkapkan keputusan melepas bisnis sepak bola RANS merupakan bagian dari strategi perusahaan menjelang pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO).
"Ada beberapa bisnis yang tidak terlalu menguntungkan atau bahkan tidak punya prospek, itu mendingan ditutup dan ini sudah dilakukan. Salah satu contohnya adalah, ini kebetulan Pak Raffi ini dulu hobinya main sepak bola, jadi dia sangat ngotot pengin punya football club, RANS FC," kata Sutanto dalam konferensi pers pencatatan perdana saham RANS di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/7).
"Setelah dievaluasi, keputusannya adalah oke untuk RANS sebaiknya tidak masuk di bisnis sepak bola," imbuhnya.
Dia mengakui divestasi RANS FC sempat menyebabkan pendapatan perusahaan turun. Namun, langkah tersebut justru memperbaiki kualitas laba perusahaan.
"Itu juga menimbulkan semacam income sesaat di tahun 2024, dengan adanya reversal (pembalikan arah) karena dengan kita tutup akumulasi loss yang terjadi menjadikan seakan-akan adalah adanya income," ujar Sutanto.
"Kalau kita take out angka itu di 2024, sebenarnya angka 2025 ini secara profitabilitas lebih bagus operasionalnya dibandingkan 2024," lanjutnya.
Dia juga menambahkan margin laba kotor RANS meningkat dari sekitar 38 persen menjadi 43 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan tren kinerja yang semakin positif dan lebih sehat bagi prospek bisnis RANS ke depan.